JATIMPEDIA, Probolinggo -Pemerintah memperluas pemanfaatan jalan tol sebagai bagian dari strategi pertahanan nasional dengan menyiapkan tiga ruas tol di Pulau Jawa dan Sumatera untuk simulasi pendaratan darurat pesawat jet tempur.
Langkah ini menegaskan peran infrastruktur jalan tidak lagi semata mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memiliki fungsi strategis dalam menghadapi kondisi darurat.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengungkapkan, tiga ruas tol yang disiapkan meliputi Tol Sigli-Banda Aceh di Sumatera, serta Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) dan Tol Jakarta-Cikampek II (Japek II) di Jawa.
"Yang sudah dicoba di Lampung. Kemudian Pak Menhan meminta lagi yang di ujung Sumatera, mungkin Aceh-Sigli yang akan kita coba di situ," ujar Dody, dikutip Kamis (23/7/2026).
Selain mendukung kebutuhan pertahanan, Dody mengatakan Tol Probowangi juga akan menjadi lokasi uji coba penggunaan campuran Aspal 30 (A30), yakni material yang memadukan aspal impor dengan aspal Buton. Inovasi tersebut diharapkan dapat menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor aspal sekaligus meningkatkan pemanfaatan sumber daya dalam negeri.
"Di Probowangi ini saya juga pakai sebagai percontohan untuk Aspal 30, campuran antara aspal impor dengan aspal Buton untuk mengurangi impor aspal," katanya.
Pemanfaatan ruas tol sebagai landasan darurat bukan hal baru. Pada 9-11 Februari lalu, pemerintah bersama TNI telah menggelar simulasi pendaratan pesawat tempur Super Tucano dan F-16 di ruas Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung, Lampung.
Selama pelaksanaan latihan, ruas tol ditutup sementara pada segmen Gerbang Tol Lambu Kibang (KM 202+036) hingga Gerbang Tol Simpang Pematang (KM 239+907). Kedua pesawat tempur berhasil melakukan pendaratan dan lepas landas dengan aman sesuai skenario latihan.
Wakil Menteri Pertahanan Marsekal Madya TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto menjelaskan, simulasi tersebut merupakan bagian dari penguatan sistem pertahanan nasional melalui optimalisasi infrastruktur sipil yang dapat difungsikan untuk kepentingan militer pada situasi darurat.
Kebijakan ini mencerminkan semakin kuatnya pendekatan dual use infrastructure, yakni pembangunan infrastruktur yang mampu memberikan manfaat ganda bagi sektor ekonomi sekaligus pertahanan. Dengan konsep tersebut, investasi negara di sektor jalan tol tidak hanya meningkatkan efisiensi logistik dan mobilitas masyarakat, tetapi juga memperkuat kesiapan nasional dalam menghadapi berbagai skenario krisis dan ancaman keamanan.
Editor : Rizky