Pelindo Bagikan Dividen Rp1,7 Triliun dari Laba Bersih 2025

JATIMPEDIA, Jakarta - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp1,7 triliun dari laba bersih konsolidasian tahun buku 2025. Keputusan tersebut disetujui para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025.

Nilai dividen yang dibagikan setara 40,85 persen dari laba bersih konsolidasian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp4,16 triliun.

Manajemen Pelindo menjelaskan bahwa dividen tunai tersebut akan dibayarkan secara proporsional kepada seluruh pemegang saham sesuai porsi kepemilikan masing-masing.

Selain menyetujui pembagian dividen reguler, pemegang saham juga menyepakati pemberian dividen tambahan yang terdiri atas dividen tunai dan dividen non-tunai. Kebijakan ini terkait dengan transaksi pengalihan saham PT Pertamina Bina Medika antara Pelindo dan PT Danantara Asset Management.

Dalam skema tersebut, Negara Republik Indonesia sebagai pemegang Saham Seri A Dwiwarna akan menerima dividen dalam bentuk tunai. Sementara PT Danantara Asset Management sebagai pemegang Saham Seri B akan memperoleh dividen non-tunai berupa seluruh kepemilikan saham Pelindo di PT Pertamina Bina Medika.

Keputusan tersebut merupakan bagian dari optimalisasi nilai investasi dan pengelolaan portofolio perusahaan yang telah mendapatkan persetujuan para pemegang saham dalam RUPST.

Sementara itu, sisa laba bersih konsolidasian tahun buku 2025 yang tidak dibagikan sebagai dividen akan dicatat sebagai saldo laba ditahan. Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung pengembangan bisnis perusahaan ke depan.

Pembagian dividen ini mencerminkan kinerja keuangan Pelindo yang tetap solid sepanjang 2025 sekaligus menunjukkan komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham, di tengah upaya memperkuat layanan kepelabuhanan dan logistik nasional.

Berita Terbaru