JATIMPEDIA, Surabaya - Komisi XI DPR RI memastikan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp4 triliun kepada PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) tetap berjalan sesuai rencana. Dana tersebut dialokasikan untuk mendukung pengadaan tiga kapal penumpang baru guna memperkuat konektivitas dan layanan transportasi laut nasional.
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI M. Hanif Dhakiri mengatakan kunjungan kerja ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dilakukan untuk memantau perkembangan realisasi PMN sekaligus mengevaluasi kesiapan PELNI dalam menjalankan program regenerasi armada.
Menurut Hanif, sebagian besar kapal yang saat ini dioperasikan PELNI masih memenuhi standar kelayakan. Namun, usia sejumlah armada yang sudah cukup tua menjadi alasan perlunya pembaruan secara bertahap.
“Secara umum kapal-kapal PELNI masih layak beroperasi. Namun ada beberapa armada yang usianya sudah cukup tua sehingga perlu diganti. PMN ini menjadi dukungan pemerintah untuk memastikan proses regenerasi armada dapat berjalan,” kata Hanif, Jumat (19/6).
Dalam kunjungan tersebut, Komisi XI juga meninjau langsung fasilitas kapal. DPR menilai kualitas layanan dan fasilitas penumpang menunjukkan peningkatan dibandingkan beberapa tahun terakhir.
Hanif menegaskan pengawasan yang dilakukan DPR bertujuan memastikan dana negara digunakan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang bergantung pada transportasi laut.
“Kami ingin memastikan penggunaan PMN menghasilkan output yang jelas dan dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat. Karena ini menyangkut layanan publik, efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran harus menjadi prioritas,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Armada dan Teknik PELNI Kokok Susanto menjelaskan PMN untuk pengadaan tiga kapal baru diberikan dalam dua tahap. Sebesar Rp1,5 triliun dialokasikan pada 2024 sebagai uang muka, sedangkan Rp2,5 triliun sisanya disiapkan pada 2025 untuk penyelesaian pembayaran proyek.
Saat ini, proyek masih memasuki fase perancangan. PELNI telah menunjuk konsultan desain dan segera melanjutkan proses ke tahap penandatanganan kontrak.
“Penyusunan desain diperkirakan memerlukan waktu sekitar 17 bulan. Pada tahap ini akan ditentukan seluruh spesifikasi kapal, mulai dari kapasitas, jenis mesin, hingga kemampuan angkut,” jelas Kokok.
Setelah tahap desain rampung, proyek akan berlanjut ke pembangunan fisik kapal. PELNI menargetkan ketiga kapal baru tersebut dapat diserahkan secara bertahap mulai tahun 2029.
Kokok menilai pengawasan DPR dan pemerintah menjadi faktor penting untuk menjaga tata kelola proyek tetap sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku.
Saat ini PELNI mengoperasikan 26 kapal penumpang yang melayani berbagai rute di Indonesia. Namun jumlah armada yang tersedia masih belum sepenuhnya mampu mengimbangi tingginya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi laut.
“Permintaan layanan masih cukup tinggi. Karena itu kami masih membutuhkan sejumlah dispensasi operasional untuk menjaga konektivitas antarwilayah,” katanya.
Meski beberapa armada telah berusia tua, PELNI memastikan seluruh kapal tetap berada dalam pengawasan ketat regulator melalui program perawatan berkala, docking, inspeksi teknis, dan pemeriksaan keselamatan oleh Kementerian Perhubungan.
Di sisi lain, PELNI memastikan kenaikan biaya bahan bakar tidak berdampak signifikan terhadap operasional perusahaan. Hal itu ditopang oleh skema Public Service Obligation (PSO) yang memberikan dukungan subsidi pemerintah untuk kebutuhan BBM kapal.
Selain membahas pengadaan armada baru, PELNI juga mengumumkan program diskon tiket kapal sebesar 30 persen selama masa libur sekolah. Program tersebut berlaku untuk keberangkatan mulai 20 Juni hingga 15 Agustus 2026.
Direktur Usaha Angkutan Penumpang PELNI Nuraini Dessy mengatakan hingga 19 Juni 2026, sebanyak 169.667 penumpang telah memanfaatkan program tersebut atau sekitar 24,4 persen dari target yang ditetapkan.
“Program ini diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat selama masa liburan sekaligus memperluas akses transportasi laut yang terjangkau ke berbagai daerah,” ujar Dessy.
Berdasarkan data PELNI, pelabuhan dengan tingkat keberangkatan tertinggi selama program berlangsung antara lain Makassar, Baubau, Ambon, Tanjung Priok, dan Batam. Adapun rute terpadat meliputi Belawan–Batam, Batam–Belawan, Batam–Tanjung Priok, Makassar–Baubau, serta Baubau–Makassar
Editor : Taufiq
URL : https://jatimpedia.id/news-17019-komisi-xi-dpr-pastikan-pmn-rp4-triliun-untuk-pelni-berjalan