PT SGN Pastikan Serap Tebu Petani Blora, Kekhawatiran Musim Giling Terjawab

JATIMPEDIA, Blora - Rasa syukur dan lega dirasakan para petani tebu di Kabupaten Blora setelah PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) memastikan kesiapan menyerap hasil panen tebu mereka di tengah belum beroperasinya Pabrik Gula Gendhis Multi Manis (PG GMM).

Kepastian tersebut menjadi angin segar bagi petani yang sebelumnya diliputi kekhawatiran menjelang musim giling. Tebu yang telah siap panen membutuhkan kepastian tempat pengolahan agar kualitas dan rendemen tetap terjaga serta tidak berdampak pada pendapatan petani.

PT SGN menyatakan akan menyerap tebu petani Blora melalui PG Rendeng serta sejumlah pabrik gula lain di bawah pengelolaan perusahaan. Langkah ini dinilai mampu memberikan kepastian usaha sekaligus menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian tebu di daerah tersebut.

Perwakilan petani tebu Kabupaten Blora mengapresiasi respons cepat PT SGN yang dinilai memahami kebutuhan petani di lapangan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada PT SGN yang telah memberikan solusi bagi petani tebu Blora. Saat kami membutuhkan kepastian untuk hasil panen, PT SGN hadir memberikan harapan sehingga petani bisa lebih tenang menghadapi musim giling tahun ini," ujar salah satu perwakilan petani.

Menurut para petani, kepastian penyerapan tebu menjadi faktor penting agar proses tebang dan distribusi hasil panen dapat berjalan lancar tanpa risiko penumpukan di lahan yang berpotensi menurunkan kualitas tebu.

Selain melalui PG Rendeng, PT SGN juga menyiapkan skema penyerapan tebu melalui sejumlah pabrik gula lainnya di wilayah Jawa Tengah dan Kabupaten Madiun. Upaya tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan kapasitas giling sekaligus memastikan pelayanan kepada petani tetap berjalan sesuai jadwal.

Corporate Secretary PT SGN, Yunianta, menegaskan perusahaan berkomitmen memberikan solusi terbaik agar hasil panen petani tetap terselamatkan dan tidak mengalami penurunan nilai ekonomi akibat keterlambatan proses giling.

"PT SGN berupaya memberikan solusi terbaik bagi petani tebu Kabupaten Blora agar hasil panen tetap terselamatkan. Kami terus melakukan koordinasi lintas pabrik gula untuk mengatur kapasitas giling dan distribusi tebu secara bertahap sehingga pelayanan kepada petani tetap berjalan optimal," kata Yunianta.

Bagi petani, langkah PT SGN tidak hanya menjamin terserapnya hasil panen, tetapi juga menunjukkan sinergi antara perusahaan dan petani dalam menghadapi berbagai tantangan industri gula nasional. Kepastian tersebut diharapkan mampu menjaga pendapatan petani sekaligus mendukung keberlanjutan produksi gula nasional.

Di tengah tantangan sektor pergulaan, mulai dari perubahan iklim, meningkatnya biaya produksi hingga kebutuhan modernisasi pabrik, kolaborasi antara perusahaan dan petani dinilai menjadi kunci menjaga stabilitas pasokan bahan baku dan produksi gula nasional.

Dengan adanya kepastian penyerapan tebu tersebut, para petani Blora kini dapat menyambut musim giling dengan lebih optimistis. Kekhawatiran yang sempat muncul menjelang panen berangsur berubah menjadi semangat untuk terus meningkatkan produktivitas dan kualitas tebu demi mendukung ketahanan pangan nasional.

Berita Terbaru