JATIMPEDIA, Malang - Perum Jasa Tirta (PJT) I memastikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bango tetap beroperasi optimal dalam menyalurkan air bersih bagi masyarakat Kota Malang, di tengah berbagai tantangan, terutama tingginya beban sampah di aliran sungai.
Direktur Utama PJT I, Fahmi Hidayat, mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah langkah mitigasi untuk mengatasi kendala di lapangan. Upaya tersebut antara lain pemasangan trash boom atau penghalang terapung di permukaan sungai hingga pembersihan pipa intake secara berkala.
“Perhatian utama kami adalah kondisi air baku yang sangat dipengaruhi oleh sampah, terutama saat hujan ketika debit meningkat dan membawa kiriman sampah dari hulu,” ujarnya di Malang, Kamis.
Penghalang terapung yang dipasang di sungai berfungsi menyaring sampah permukaan agar tidak masuk ke dalam sistem pengolahan air. Selain itu, pembersihan pipa intake dilakukan oleh tim penyelam khusus yang menangani endapan sedimen di dalam air.
Sementara itu, Vice President Pengembangan Bisnis PJT I, Didik Ardianto, menjelaskan bahwa faktor alam turut memengaruhi operasional, terutama saat hujan deras yang meningkatkan debit air sekaligus membawa sampah dan sedimen yang berpotensi menyumbat saluran intake.
Meski demikian, ia memastikan seluruh proses pengolahan air tetap berjalan sesuai standar operasional prosedur sehingga kualitas air yang dihasilkan memenuhi standar kesehatan.
Untuk menjaga kualitas, PJT I juga melakukan pengawasan secara real time melalui sistem supervisory control and data acquisition (SCADA), serta pengujian kualitas air secara berkala setiap jam.
“Hasil pengolahan kami secara konsisten memenuhi standar air minum sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023. Hal ini diperkuat dengan uji rutin oleh laboratorium independen sejak operasional Agustus 2025,” kata Didik.
Selain itu, perusahaan juga menerapkan langkah antisipatif menghadapi perubahan musim guna menjaga stabilitas pasokan air. Berdasarkan studi teknis, debit dasar (baseflow) Sungai Bango dinilai masih aman untuk menjamin kontinuitas produksi, termasuk saat musim kemarau.
PJT I juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan, terutama dalam mengurangi sampah di aliran sungai.
“Kami berkomitmen terus melakukan evaluasi operasional secara menyeluruh sekaligus membangun kesadaran kolektif untuk menjaga kualitas lingkungan,” ujarnya.
Editor : Arif