JATIMPEDIA, Surabaya - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur kembali menggelar program mudik gratis untuk menyambut Idul Fitri 1447 H/2026 M yang menyasar sebanyak 11.000 pemudik. Program yang melibatkan moda angkutan darat dan laut itu adalah upaya guna mengurai kepadatan dan menekan angka kecelakaan di jalan raya selama puncak arus mudik.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Nyono mengatakan, program mudik gratis via jalur laut akan dimulai pada 8 Maret 2026, dengan enam kali perjalanan pulang-pergi. Skema tersebut, tutur dia, diperkirakan mampu mengangkut kurang lebih sebanyak 3.000 penumpang. "Pemberangkatan perdana rencananya akan dilakukan secara simbolis oleh gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada 15 Maret 2026," ungkap Nyono, dikutip Selasa (24/2/2026).
Sementara untuk mendukung program mudik gratis jalur darat, Pemprov Jatim telah menyiapkan sekitar 200 bus, yang terdiri atas 25 bus antarkota antarprovinsi (AKAP), 100 bus antarkota dalam provinsi (AKDP), hingga 75 bus yang berasal dukungan dari berbagai pemangku kepentingan.
"Kapasitas angkutan darat diperkirakan mencapai 8.000 penumpang selama masa angkutan Lebaran yang berlangsung 16 hari," ucapnya.
Tak hanya mengangkut penumpang, Pemprov Jawa Timur juga menyediakan layanan angkutan bagi sepeda motor milik pemudik menggunakan truk, dengan kuota sebanyak 200 unit menuju enam daerah tujuan, yakni Madiun, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Jember, hingga Banyuwangi.
"Skema ini memungkinkan pemudik dapat menaiki bus, sementara sepeda motor milik mereka diangkut menggunakan truk," tuturnya.
Nyono mengklaim program mudik gratis terbukti efektif dalam menekan risiko kecelakaan lalu lintas. Mengacu pada data tahun sebelumnya, program itu disebut mampu mengurangi angka kecelakaan hingga 3-5% selama masa angkutan Lebaran.
Pendaftaran mudik gratis Pemprov Jatim untuk jalur darat akan resmi dibuka secara daring pada 2-5 Maret dan dilanjutkan lewat pendaftaran luring mulai 8 Maret. Sementara itu, pendaftaran angkutan laut dilakukan melalui sistem daring milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebelum masa keberangkatan dimulai.
"Dengan kapasitas total sekitar 11.000 penumpang, kita berharap program ini dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur-jalur utama sekaligus meningkatkan keselamatan perjalanan masyarakat selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026," pungkasnya.
Editor : Arif