JATIMPEDIA, Jember -Memasuki bulan suci Ramadan, penjualan kurma di sejumlah pusat perbelanjaan dan toko oleh-oleh di Kabupaten Jember mengalami lonjakan signifikan.
Komoditas yang identik dengan sunnah berbuka puasa itu, kini menjadi buruan utama banyak orang.
Dari pantauan di kawasan Pasar Tanjung Jember, berbagai jenis kurma tampak memenuhi etalase toko.
Diakui oleh salah seorang penjual kurma, Alwi Al-Habsji mengatakan, mulai H-7 jelang Ramadan penjualan kurma sangat meningkat dari hari biasanya.
“Alhamdulillah dari tadi banyak yang membeli kurma. Penjualannya bisa meningkat hingga 60-70 persen,” ucap Alwi.
Untuk jenis kurma yang ditawarkan kepada pembeli, kata Alwi, banyak macamnya. Seperti Sukari, Mesir, Ajwa, Ruthob, dan Palestine.
“Jenis kurma ini perbedaannya ada ditekstur, ada yang lembut, ada yang sedikit keras. Kemudian ada yang basah atau kering dan ukuran ada yang besar atau kecil juga,” ulasnya.
“Biasanya yang paling bayak dibeli kurma Mesir, karena harganya lumayan terjangkau dikantong pembeli. Untuk harganya kurma Mesir Rp220 ribu per karton untuk ukuran 10 kilogram,” sambungnya.
Sedangkan kurma Ajwa tetap menjadi pilihan premium dengan harga mencapai Rp800 ribu per karton ukuran 5 kilogram.
“Kalau dari tahun ke tahun, tetap ya, yang paling diminati itu Kurma Mesir," ungkapnya.
Meski sempat mengalami kendala pasokan akibat pembatasan impor buah, ketersediaan kurma di pasaran saat ini dilaporkan kembali stabil seiring meningkatnya distribusi menjelang Ramadan.
Senada dengan Alwi, penjual kurma lainnya bernama Muhammad Ismail mengaku saat memasuki bulan Ramadan omzetnya juga meningkat.
“Antusiasme pembeli kurma menjelang Ramadan sangat ramai. Omzetnya pun juga naik dari hari normal tentunya,” ujar Ismail.
Diakui oleh Ismail, untuk hari biasa, ia mendapat omzet Rp300 ribu. Akan tetapi, saat Ramadan omzetnya meroket hingga 10x lipat.
“Kalau puasa (Ramadan), omzet sampai Rp 2 juta sampai Rp 3 juta per hari,” ungkapnya.
Namun demikian, untuk tren atau ritme penjualan seperti itu, katanya, hanya berlangsung sesaat saja. Menurutnya, hanya saat pekan pertama atau awal Ramadan saja.
“Kalau masih awal puasa begini masih ramai, nanti kalau sudah lewat seminggu sudah mulai turun pembelinya. Tapi, menjelang lebaran baru naik lagi (pembelinya),” pungkasnya.
Terpisah, salah seorang pembeli Nailin, mengaku setiap tahun selalu membeli kurma menjelang puasa. Karena sudah menjadi hidangan wajib saat Ramadan.
“Saya sedang beli kurma jenis Palestine untuk persiapan puasa. Soalnya kalau tanpa kurma, rasanya kayak ada yang kurang waktu momen Ramadannya,” singkatnya.
Editor : Rofiq
URL : https://jatimpedia.id/news-14903-awal-ramadan-penjualan-kurma-di-jember-laris-manis