JATIMPEDIA, Gresik - Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri yang tergabung dalam holding Pupuk Indonesia, terus memperkuat ketahanan dan efisiensi rantai pasok melalui implementasi program digital Supply Chain Financing (SCF). Program ini dijalankan dengan menggandeng Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sebagai upaya membangun ekosistem rantai pasok yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, mengatakan bahwa SCF menjadi bagian penting dari transformasi bisnis perusahaan, khususnya dalam mendukung kelancaran arus barang, jasa, dan keuangan di sepanjang rantai pasok.
“SCF dirancang untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan pembayaran sekaligus memperkuat ketahanan finansial mitra usaha. Dengan rantai pasok yang kuat, pasokan bahan baku, proses produksi, hingga distribusi produk dapat berjalan lebih optimal,” ujar Adityo di Gresik, Jawa Timur, baru-baru ini.
Menurutnya, implementasi SCF terbukti membantu menjaga kesinambungan pasokan barang dan jasa, sehingga mendukung kelancaran operasional perusahaan serta berkontribusi pada upaya melanjutkan swasembada pangan nasional.
Melalui skema ini, mitra kerja dapat memperoleh percepatan pembayaran atas tagihan yang telah terverifikasi dengan biaya pembiayaan yang lebih kompetitif. Peran Petrokimia Gresik sebagai anchor company memberikan kepastian arus kas bagi pemasok, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap stabilitas operasional seluruh ekosistem rantai pasok.
Adityo menambahkan, pengembangan SCF juga dilakukan melalui pemanfaatan sistem digital terintegrasi serta kerja sama dengan lembaga keuangan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh seluruh mitra perusahaan. Selain memperkuat rantai pasok, program ini juga sejalan dengan penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan penguatan kemitraan jangka panjang.
“Program ini tidak hanya meningkatkan efisiensi internal perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi mitra usaha sebagai bagian penting dari rantai pasok Petrokimia Gresik,” pungkasnya.
Editor : Eka Sapto