JATIMPEDIA, Surabaya - Dalam rangka Bulan K3, PT Pertamina Patraniaga Jatimbalinus melakukan sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kepada pengengara kendaraan roda dua dan empat di Surabaya.
Di Jawa Timur, pelaksanaan sosialisasi K3 ini dilakukan di dua lokasi SPBU COCO yaitu SPBU COCO Jemursari Surabaya pada hari ini, Kamis (5/2/2026) mulai pukul 09.00-12.00 WIB dan besok, Jumat (6/2/2026) di SPBU COCO jalan Dr. Soetomo Surabaya. Namun demikian, Pertamina tetap melaksanakan kegiatan lain seperti inspeksi dan pengawasan rutin di berbagai SPBU lain.
Di SPBU COCO Jemursari, terlihat sejumlah petugas Pertamina mendekati pelanggan yang telah melalukan pengisian BBM dan mengajak mereka untuk perpartisiapsi dalam kegiatam tersebut. Pelanggam diajak berdialog dan berdiskusi tentang hal-hal yang tidak boleh dilakukan di area SPBU dan mengajak mereka bermain kuis dan memberikan hadiah menarik bagi yang telah berpartisipasi.
Salah satu pengendara sepeda motor, Bapak Kosin asal Nganjuk mengaku sangat senang karena selain bisa menambah wawasan, ia juga mendapatkan hadiah berupa voucer BBM. "Senang banget, nanti saya bisa isi Pertalite full dengan voucer ini," kata Kosin sambil tersenyum.
HSE Marketing Support PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahmad Tarmizi, mengatakan, Pertamina Patra Niaga menyadari bahwa seluruh aktivitas yang berlangsung di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) memiliki potensi bahaya dan risiko yang perlu dikelola dengan baik. Kesadaran ini mendorong pelaksanaan berbagai upaya untuk meningkatkan pemahaman terkait keselamatan dan kesehatan kerja (K3), baik bagi pekerja maupun masyarakat yang datang sebagai pelanggan.
"Melalui kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di SBBU, Pertamina menyampaikan berbagai informasi mengenai potensi bahaya dan risiko yang ada di area pengisian BBM. Harapannya, pelanggan yang datang dapat memiliki awareness atau kesadaran terhadap risiko tersebut sehingga dapat bersama-sama menjaga keselamatan selama berada di lingkungan SPBU," terang Ahmad Tarmizi.
Dalam sosialisasi K3, Pertamina memberikan pemahaman mengenai hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan di area SBBU, potensi bahaya yang mungkin terjadi, serta langkah-langkah mitigasi yang telah disiapkan. Selain itu, disampaikan pula bahwa Pertamina memiliki struktur dan prosedur penanggulangan keadaan darurat apabila terjadi insiden di SPBU.
"Fokus utama yang disampaikan adalah bahaya dan risiko kebakaran. Hal ini dikarenakan SPBU menjual produk BBM yang mudah terbakar, seperti Pertalite dan Pertamax, yang merupakan produk paling sering digunakan oleh masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi pelanggan untuk memahami potensi risiko yang ada," tambahnya.
Beberapa kesalahan tidak boleh dilakukan antara lain penggunaan telepon genggam di dekat dispenser BBM serta pembayaran yang dilakukan saat pengisian masih berlangsung. Untuk meminimalkan risiko, Pertamina menetapkan jarak aman sekitar 1,5 meter dari dispenser dan mengimbau agar pembayaran dilakukan setelah pengisian selesai dan dispenser sudah ditutup.
Selain itu, Pertamina melarang pengisian BBM menggunakan jeriken plastik karena materialnya mudah terbakar dan berpotensi menimbulkan percikan akibat gesekan. Pengendara sepeda motor juga dianjurkan untuk menyalakan kendaraan di luar area pulau pompa atau di luar kanopi. Langkah ini tidak hanya membantu kelancaran antrean, tetapi juga mengurangi risiko kebakaran karena adanya jarak aman dari sumber BBM.
Terkait tingkat kesadaran masyarakat, Pertamina menilai bahwa pemahaman mengenai K3 dan risiko di SPBU harus terus dijaga dan ditingkatkan. Kesadaran tersebut tidak bisa dibangun hanya melalui satu kali kegiatan, melainkan perlu dilakukan secara berkelanjutan dan konsisten.
Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi K3 ini bukan hanya dilaksanakan pada awal tahun atau momen tertentu saja. "Pertamina secara berkala melaksanakan kegiatan serupa, termasuk melalui Satgas dan program lainnya, guna memastikan pesan keselamatan terus tersampaikan kepada masyarakat," tukas Ahmad Tarmizi.
Selain sosialisasi K3, Pertamina juga melibatkan masing-masing SPBU untuk melaksanakan kegiatan good housekeeping. Salah satu aspek yang paling sering mendapat perhatian adalah kebersihan fasilitas, termasuk toilet. "Setiap SBBU didorong untuk terus meningkatkan standar kebersihan dan kerapian sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman," pungkasnya.
Editor : Eka Sapto
URL : https://jatimpedia.id/news-14702-sambut-bulan-k3-pertamina-jatimbalinus-sosialisasikan-k3-berhadiah