JATIMPEDIA, Gresik - PT Saka Energi Indonesia (PGN SAKA), anak usaha Subholding Gas Pertamina, meraih sertifikat paten sederhana dari Kementerian Hukum RI atas inovasi alat bantu penanaman bibit mangrove bernama Pancalan. Alat ini dirancang untuk menjawab tantangan penanaman bibit di lahan berlumpur tebal yang selama ini sulit dilakukan secara manual.
Pancalan diterapkan dalam kegiatan konservasi mangrove di kawasan Muara Bengawan Solo, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Inovasi ini lahir dari kebutuhan lapangan, khususnya nelayan dan tim konservasi, dalam menghadapi kondisi sedimen lumpur pesisir yang ekstrem.
Stakeholder Relations Manager PGN SAKA, Purwanto Nugroho, mengatakan bahwa Pancalan merupakan hasil kolaborasi perusahaan melalui Saka Indonesia Pangkah Limited bersama nelayan Desa Pangkahwetan.
“Pancalan dikembangkan dari kearifan lokal nelayan setempat. Kehadirannya memberikan solusi nyata karena mempermudah distribusi bibit ke titik tanam dan meningkatkan efisiensi dibandingkan metode konvensional,” ujar Purwanto dalam keterangannya, Senin (26/1/2026).
Secara teknis, Pancalan merupakan pengembangan dari alat tradisional nelayan yang dimodifikasi menjadi platform ergonomis. Perangkat ini dilengkapi pegangan, tali pengendali, serta wadah bibit, sehingga memungkinkan proses penanaman dilakukan dengan tenaga lebih ringan dan waktu yang lebih singkat.
Alat yang telah terdaftar sebagai paten sederhana sejak September 2025 ini tidak hanya digunakan untuk rehabilitasi mangrove, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan untuk penanaman vegetasi lumpur lainnya serta mendukung kegiatan pembersihan sampah di kawasan pesisir.
Dukung Mitigasi Perubahan Iklim
Saat ini, penggunaan Pancalan melibatkan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) dan komunitas nelayan setempat. Inovasi ini menjadi bagian dari upaya PGN SAKA dalam mendukung mitigasi perubahan iklim dan pelestarian keanekaragaman hayati di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Kami berkomitmen untuk terus mendorong pelestarian lingkungan melalui pemberdayaan masyarakat. Inovasi berbasis kearifan lokal seperti Pancalan menjadi fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan,” tutup Purwanto.
Editor : Rizky
URL : https://jatimpedia.id/news-14493-kolaborasi-nelayanpgn-saka-hadirkan-inovasi-ramah-lingkungan