Perkuat Akses Investasi Kawasan Industri JIIPE

Jalan Menuju KEK Gresik Diperlebar 1,7 Km, BBPJN Siap Urai Kemacetan di Manyar

JATIMPEDIA, Gresik  - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) akan melakukan pelebaran jalan di wilayah Kecamatan Manyar hingga Kawasan Ekonomi Khusus Gresik (KEK Gresik).

Proyek strategis ini direncanakan sepanjang 1,7 kilometer dan ditujukan untuk meningkatkan kelancaran arus lalu lintas sekaligus menunjang mobilitas masyarakat Gresik Utara.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.3 BBPJN Jatim–Bali, Yudi Dwi Prasetya, mengatakan pelebaran jalan merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung pertumbuhan aktivitas ekonomi dan industri yang terus berkembang di kawasan Manyar dan sekitarnya.

“Rencananya pelebaran jalan dilakukan sepanjang 1,7 kilometer. Tujuannya agar mobilitas masyarakat dan akses menuju KEK Gresik semakin lancar,” ujar Yudi, Jumat (9/1/2025).

Menurutnya, proyek ini juga menjadi langkah antisipatif terhadap potensi kepadatan lalu lintas yang selama ini kerap terjadi, terutama pada titik-titik yang berdekatan dengan jembatan di jalur tersebut. Dengan penyesuaian lebar jalan, diharapkan arus kendaraan dapat mengalir lebih optimal.

“Dengan pelebaran ini, kemacetan yang sering terjadi diharapkan bisa diminimalisir,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Manyar Hendriawan Susilo menegaskan bahwa tanah galian hasil pekerjaan pelebaran jalan tidak diperjualbelikan kepada pihak mana pun. Material tersebut akan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, khususnya sebagai urukan lahan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP).

“Tanah galian hasil pelebaran nanti akan digunakan untuk urukan. Tidak ada jual beli. Memang ada permohonan dari organisasi masyarakat dan itu diberikan, tetapi masyarakat perlu memahami bahwa BBPJN tidak menjual belikan material tersebut,” tegas Hendriawan.

Ia menambahkan, hasil rapat lintas pihak telah menyepakati bahwa material urukan diprioritaskan untuk kebutuhan desa dan kawasan di Kecamatan Manyar. Proses pengajuan pemanfaatan material dilakukan melalui satu pintu, yakni Forkopimcam, guna menghindari penyalahgunaan.

“Hasil urukan ini dari negara dan untuk negara. Saat ini, ada pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Di Kecamatan Manyar, dari total 23 desa, sekitar 10 desa sedang berproses, dan hampir sembilan desa di antaranya membutuhkan urukan lahan,” pungkasnya.

Upaya BBPJN ini mendapat dukungan dari pengelola KEK JIIPE. PT BKMS (Selaku pengelola) bersama Administrator KEK Gresik menyiapkan berbagai langkah, meliputi koordinasi lintas instansi melalui Forum LLAJ, pemasangan CCTV di sekitar entrance, penyediaan ruang kontrol pemantauan lalu lintas, perbaikan rambu, serta penyampaian kajian teknis ANDALALIN.

Direktur Utama PT BKMS Bambang Soetiono menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga keberlangsungan operasional APILL.

“PT BKMS berkomitmen menjaga keberlangsungan operasional APILL, termasuk dukungan pemeriksaan berkala, pemeliharaan/perbaikan, serta penanganan teknis apabila terjadi gangguan, demi menjaga kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.

Berita Terbaru