JATIMPEDIA, Sidoarjo - Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo, mendukung penggunaan transportasi ramah lingkungan melalui kerja sama dengan perusahaan bisnis rintisan (startup) penyedia jasa transportasi atau taksi mobil listrik Evista.
General Manager Bandara Internasional Juanda Muhammad Tohir menjelaskan bahwa penggunaan mobil listrik di wilayah Bandara Juanda dinilainya sejalan dengan program pemerintah dalam mengurangi emisi gas rumah kaca.
"Hal ini merupakan langkah perlahan Bandara Internasional Juanda untuk mendukung program pemerintah dalam mengurangi produksi gas karbon di wilayah kerja kami," kata Tohir dalam peresmian layanan tersebut di Sidoarjo, Senin.
Menurutnya, Bandara internasional Juanda akan terus melakukan sejumlah inovasi guna mendukung terciptanya lingkungan bandara yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Selain itu, Tohir menyampaikan bahwa kehadiran jasa transportasi tersebut juga memperkuat layanan bagi penumpang yang tiba di bandara terkait dengan memberikan pilihan alternatif yang ramah lingkungan untuk sarana transportasi dari maupun menuju Bandara Juanda.
Selain itu, Tohir menilai hadirnya layanan kelas premium dari Evista menggunakan armada mobil listrik BYD Denza D9 dapat mengakomodir permintaan pelanggan atas layanan eksklusif bagi penumpang premium.
"Evista juga dapat mengakomodasi permintaan transportasi premium yang ramah lingkungan," kata Tohir.
Sementara itu, CEO Evista Erlang Hadiwiguna menjelaskan bahwa kehadiran jasa transportasi tersebut di Bandara Internasional Juanda merupakan langkah strategis perusahaan dalam mengakomodir para pengguna jasa bandara terbesar ketiga di Indonesia tersebut.
Ia menjelaskan bahwa saat ini seluruh armada Evista yang siap melayani para penumpang dari Bandara Juanda berjumlah 15 unit dengan rincian sepuluh unit mobil listrik BYD M6 serta lima unit BYD Denza D9 untuk kelas Elite atau layanan premium yang ditawarkan.
"Kami siap memberikan layanan mobilitas bandara yang nyaman dan ramah lingkungan, dengan jam operasional setiap hari sesuai jam operasional bandara yakni sejak penerbangan pertama hingga penerbangan terakhir setiap harinya," kata Erlang.
Editor : Taufiq