JATIMPEDIA, Surabaya - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus mendorong peningkatan literasi digital masyarakat melalui program Kampung PLN Mobile. Program ini dirancang sebagai sarana mendekatkan layanan kelistrikan digital kepada warga, sekaligus memastikan masyarakat mampu mengakses layanan PLN secara mudah, transparan, dan mandiri di era digital.
Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui peresmian Kampung PLN Mobile x Iconnet di Dusun Simocoyo, Desa Simogirang, Prambon, Kabupaten Sidoarjo pada akhir bulan kemarin. Kegiatan ini dihadiri Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sidoarjo, jajaran Manajer Penjualan Retail dan Administrasi Iconnet, Kepala Desa Simogirang, serta warga Dusun Simocoyo.
Kepala Desa Simogirang, Chusnul Chuluq menyatakan dukungan penuh pemerintah desa dalam mendorong masyarakat memanfaatkan layanan digital PLN. "Kami siap menjadi garda terdepan dalam menggiatkan penggunaan PLN Mobile di Desa Simogirang. Aplikasi ini sangat membantu masyarakat, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha, karena semua layanan PLN dapat diakses dengan mudah dan cepat," ujarnya dalam keterangan tertulis Surabaya, Senin (5/1/2026).
PLN berharap kehadiran Kampung PLN Mobile di wilayah pedesaan tidak hanya mempermudah layanan kelistrikan, tetapi juga mendorong tumbuhnya usaha produktif masyarakat. Kolaborasi dengan pemerintah desa dinilai penting untuk memperluas pemanfaatan layanan digital sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga, termasuk melalui pengembangan sektor usaha lokal seperti peternakan lele.
Program serupa juga dijalankan di kawasan perkotaan, salah satunya di Kampung PLN Mobile Tembok Lor II, Kecamatan Bubutan, Surabaya. Peresmian di lokasi ini dihadiri Manager PLN UP3 Surabaya Utara Zamzami beserta jajaran, Camat Bubutan Ferdhie Ardiansyah, Lurah Bubutan Eka Puji Astutie, serta Ketua RW 03 Bubutan Mashoet.
Di wilayah Tembok Lor II, tercatat sebanyak 115 pelanggan yang terdiri dari 56 pelanggan pascabayar dan 59 pelanggan prabayar. Mayoritas warga telah menggunakan aplikasi PLN Mobile sebagai sarana utama layanan dan transaksi kelistrikan, mulai dari pembayaran tagihan hingga pengaduan gangguan, seiring dengan pendampingan aktif dari PLN.
Edukasi pemanfaatan PLN Mobile di kampung tersebut dikemas secara kreatif melalui mural, gapura, umbul-umbul, stiker, dan visual tematik di lingkungan warga. Pendekatan ini terbukti efektif, dengan seluruh warga telah menggunakan dan memahami berbagai fitur PLN Mobile, termasuk pembelian token, layanan marketplace, hingga pengajuan pasang baru dan tambah daya.
General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir mengatakan Kampung PLN Mobile merupakan bagian dari transformasi layanan PLN yang berfokus pada kemudahan akses dan peningkatan kualitas pelayanan. "Kami ingin masyarakat semakin mengenal dan merasakan langsung manfaat layanan PLN Mobile, sekaligus membangun komunikasi dua arah yang lebih efektif antara PLN dan pelanggan," papar Ahmad.
Dari tiga Kampung PLN Mobile yang diresmikan, seluruh warga telah memanfaatkan fitur swaCam dengan total 3.110 transaksi, melengkapi lebih dari 41 Kampung PLN Mobile yang telah hadir di Jawa Timur sejak 2021
Editor : Eka Sapto