JATIMPEDIA, Jakarta - Perum BULOG mencatat, serapan gabah petani capai 4.537.49 juta ton gabah kering panen (GKP) di tahun 2026. Penetrasi pengadaan gabah petani merupakan rekor tertinggi sejak BULOG berdiri di tahun 1968.
Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, total pengadaan beras nasional sebesar 3.191.969 ton. Selain serapan berbentuk GKP, Perum BULOG mencatat serapan 765. 504Â Gabah Kering Giling (GKG) dan 765.504 ton beras.
Menurut Ahmad Rizal, capaian ini menjadi pondasi strategis guna memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekaligus menjaga kesinambungan produksi dan pendapatan petani. Penyerapan GKP tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Perum BULOG. Ditegaskan keberhasilan ini merupakan hasil dari kehadiran aktif BULOG di lapangan.
"Kami turun langsung ke petani untuk memastikan gabah terserap dengan harga sesuai ketentuan pemerintah. Ini bukan sekadar angka, tetapi bentuk nyata keberpihakan negara kepada petani dan fondasi penting menuju swasembada pangan," tegas Ahmad Rizal kepada wartawan di Jakarta, Jumat (2/1/2026).
Sebagai informasi, mayoritas pengadaan BULOG selama ini berbentuk beras. Bukan gabah. Di tahun 2024, pengadaan gabah BULOG tahun 2024 sebesar 750 ribu ton dari total pengadaan yang mencapai 1, 26 juta ton setara beras.
Merujuk Inpres (Instruksi Presiden) Inpres No. 6/2025 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri Serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah. Inpres ini dikeluarkan pada 27 Maret 2025 dan mengatur tentang penyerapan gabah dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kilogram (kg).
Direktur Pemasaran BULOG Febby Novita mengatakan serapan beras komersial petani sepanjang tahun 2025 mencapai 250 ribu ton. Angka tersebut menurun dibandingkan dibandingkan realisasi pengadaan beras komersial tahun 2024 sebesar 434 ribu ton dari total serapan sebear 1,26 juta ton beras.
Selain beras, BULOG juga mencatat pengadaan jagung dalam negeri sebesar 101.968 ton, terdiri atas 101.770 ton melalui skema Public Service Obligation (PSO) dan 198 ton komersial. Menurut Ahmad Rizal angka ini juga tercatat sen tinggi sepanjang sejarah.
Sepanjang 2025 BULOG juga menyalurkan bantuan pangan untuk empat bulan, Juni-Juli, dan Oktober-November sebanyak 707.929 ton. Ahmad Rizal mengatakan sebetulnya Bulog menginginkan penyaluran bantuan pangan lebih tinggi dari capaian tersebut, hanya saja Bulog hanya mendapatkan penugasan penyaluran pada 4 bulan saja.
"Penyaluran SPHP beras total di tahun 2025 adalah 802.939 ton, penyaluran di tahun ini agak berbeda, kalau dulu penyaluran SPHP itu diserahkan ke grosir-grosir sehingga capaiannya lebih besar, namun impact itu berasnya dioplos. Sekarang tidak diserahkan langsung ke grosir-grosir dari Bulog langsung ke para pengecer, ritel-ritel," terangnya.
Tujuan skema pemangkasan distributor 1 dan distributor 2 agar BULOG memastikan beras tidak dioplos dan harga bisa dijual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 15.700 per kg.
Kemudian BULOG juga SPHP Jagung sebesar 51.211 ton, tujuannya menahan gejolak harga dan menjaga stabilitas pasokan di tingkat konsumen. "Ini karena kemarin sempat harga jagung naik di pasaran khususnya untuk pakan-pakan ternak, arahan presiden dan menko pangan bulog menyalurkan SPHP jagung supaya peternak mendapat pakan murah," kata Ahmad Rizal.
Selain itu pada 2025 BULOG juga menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di 4.337 titik. BULOG juga menyalurkan bantuan bencana sebesar 14.227 ton di wilayah Sumatera, dengan distribusi mencakup Aceh sebesar 8.676 ton, Sumatera Utara 4.482 ton, dan Sumatera Barat 1.069 ton.
Dari sisi cadangan, hingga akhir 2025 stok beras yang dikantongi BULOG tercatat sebesar 3,24 juta ton. "Ini stok tertinggi di awal tahun sepanjang BULOG berdiri dari 1968 sampai sekarang," pungkasnya.
Editor : Rizky
URL : https://jatimpedia.id/news-14088-serapan-gabah-petani-tembus-453-juta-ton