BI Bidik 60 Juta Pengguna QRIS di Tahun Depan

JATIMPEDIA, Jakarta  - Bank Indonesia (BI) menargetkan ekspansi penggunaan sistem pembayaran digital QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) mencapai 60 juta pengguna pada 2026, dengan sekitar 45 juta di antaranya berasal dari pelaku UMKM. Target ini meningkat dibandingkan tahun 2025 di mana BI menargetkan 58 juta pengguna.

"Inovasi QRIS dengan target 60 juta pengguna dan 45 juta pengguna yang sebagian besar adalah UMKM," kata Gubernur BI, Perry Warjiyo baru-baru ini.

Tak hanya berkaitan dengan pengguna, layanan QRIS juga dirancang dapat mulai digunakan di sejumlah negara seperti Korea Selatan, India, dan Arab Saudi.

"Perluasan kerjasama QRIS setelah sukses dengan ASEAN, Jepang, dan Tiongkok. Kami merintis kerjasama QRIS cross border dengan Korea Selatan, India, dan Saudi Arabia," jelas Perry.

Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan total transaksi pembayaran via kartu kredit kalah telak dibandingkan QRIS.

"Optimalisasi QRIS sudah digunakan 58 juta konsumen dengan melibatkan 40 juta merchant, sementara kartu kredit hanya 18 juta," jelas Airlangga.

Dia menambahkan bahwa optimalisasi nilai tukar terus berjalan optimal dengan nilai Rp20,19 miliar serta melibatkan enam negara sebagai mitra diantaranya; Jepang, Korea selatan, Uni Emirat Arab (UEA), Malaysia, Thailand, China. Implementasi QRIS juga tengah diuji coba di China dan di Saudi.

Sebagai catatan saja, BI melaporkan total nilai transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) tanpa pindai atau QRIS Tap telah mencapai Rp 13,8 miliar hingga saat ini, dengan total frekuensi sebanyak 252 ribu transaksi.

Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengatakan, total tersebut berasal dari jumlah merchant yang juga saat ini tercatat mencapai sebanyak 1,1 juta sejak peluncuran yang dilakukan pada Maret lalu.

"Sejak diimplementasikan pada Maret 2025, transaksi QRIS Tap sudah sekitar 252 ribu frekuensi dengan nilai nominal mencapai Rp13,8 miliar," ujar Filianingsih.

Dia mengatakan, jumlah pengguna tersebut juga telah menyasar kepada 14 wilayah Provinsi di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan.

Ada juga Sumatera Selatan, Riau, Banten, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, hingga Bali. "Kami akan terus meningkatkan (implementasi QRIS Tap). Animo masyarakat itu cukup besar menggunakan QRIS Tap. Perluasan di sektor transportasi, kita akan onboarding seluruh gate," kata dia. 

Berita Terbaru

Rossa Jadi Brand Ambassador Changhong

Produsen peralatan elektronik rumah tangga Changhong Indonesia menunjuk penyanyi Rossa sebagai Brand Ambassador eksklusif melalui kampanye bertajuk "Langgeng Be …