JATIMPEDIA, Surabaya - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan stok bahan pangan dan kebutuhan sembako di Jawa Timur hingga akhir tahun 2025, aman.
Penegasan tersebut disampaikan Khofifah saat meninjau kegiatan pasar murah yang digelar Pemprov Jawa Timur di depan kantor Kelurahan Mayangan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, Minggu (23/11/2025) sore.
Menurutnya, stok bahan pangan dan sembako di pastikan aman, bahkan sangat cukup sampai puasa Ramadan 2026.
"Insyallah aman dan sangat cukup hingga Ramadan 2026," katanya.
Untuk memastikan distribusi pangan berjalan lancar, Pemprov Jatim menurut Khofifah telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, salah satunya Bulog sebagai penyalur beras serta pemerintah daerah di 38 kota dan kabupaten di Jawa Timur.
"Distribusinya yang perlu diawasi. Sehingga distribusi pangannya berjalan tanpa hambatan," jelas Khofifah Indar Parawansa.
Dalam kesempatan itu, Khofifah menyatakan pasar murah adalah instrumen efektif untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, terutama menjelang Nataru saat permintaan masyarakat meningkat.
Oleh sebab itu, Pemprov Jatim akan terus melakukan intervensi agar daya beli masyarakat tetap terjaga, sehingga harga kebutuhan pokok stabil.
"Kegiatan pasar murah ini bukan kompetitornya pasar tradisional, tetapi sebagai upaya pengendalian stabilisasi harga dan inflasi," ucapnya.
Diketahui, dalam pasar murah kemarin, sejumlah komoditas diperjual belikan dengan harga sangat terjangkau, jauh di bawah harga pasar.
Antara lain Beras Medium jenis SPHP Rp 11.000 per kilogram, MinyaKita Rp 13.000 per liter, Tepung Terigu Rp 10.000 per kilogram, Telur Ayam Ras Rp 22.000 per pack, Bawang Putih jenis Sinco Rp 6.000 per 250 gram, Bawang Merah Rp 7.000 per 250 gram dan Daging Ayam Ras Rp 30.000 per pack.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur, Iwan menambahkan operasi pasar dan pasar murah akan terus digelar secara berkala di berbagai daerah, terutama wilayah yang mengalami tekanan harga.
"Sesuai arahan Ibu Gubernur Khofifah, kami melakukan monitoring harian harga komoditas. Ketika ada gejolak, intervensi langsung kami turunkan sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan beban kebutuhan mereka bisa lebih ringan," ungkapnya.
Editor : Taufiq