PLTB Banyuwangi Dorong Indonesia Capai Net Zero Emission

JATIMPEDIA, Banyuwangi - Pemerintah Indonesia terus mempercepat penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai langkah strategis mencapai Net Zero Emission 2060. Upaya tersebut mendapat dorongan baru melalui rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) berkapasitas 200 megawatt di Banyuwangi, yang akan digarap perusahaan energi asal Jerman.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa PLTB menjadi salah satu instrumen penting dalam transisi energi bersih karena tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca. Menurutnya, proyek ini tidak hanya menambah porsi EBT dalam bauran energi, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada pembangkit berbasis fosil yang masih mendominasi sistem kelistrikan nasional.

“PLTB di Banyuwangi mendukung pengurangan emisi karbon dan percepatan transisi menuju energi bersih yang dicanangkan pemerintah pusat. Proyek ini akan menjadi kontribusi nyata Banyuwangi terhadap target Net Zero Emission,” kata Ipuk, Senin (17/11/2025).

Perwakilan perusahaan Jerman, wpd Energi, melalui Managing Director Asia Pacific Hans Christoph Brumberg, menyebutkan bahwa Banyuwangi dipilih berdasarkan potensi angin yang stabil dan rendah polusi. PLTB ini diproyeksikan menghasilkan 200 megawatt listrik dengan 25–30 turbin angin, yang akan mendukung peningkatan kapasitas energi bersih dalam jaringan nasional.

“Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang besar. Untuk angin, kami harus mencarinya dengan cermat, dan Banyuwangi memenuhi kriteria tersebut—lokasinya dekat pantai dan di kaki pegunungan,” ujar Hans.

Hans menjelaskan pihaknya saat ini tengah memasuki tahap awal realisasi proyek, termasuk pengukuran lanjutan untuk memverifikasi potensi energi angin di lokasi.

Kepala DPMPTSP Banyuwangi, Partana, menambahkan bahwa pembangunan PLTB telah melalui tahapan sistematis sejak 2024 yang meliputi persiapan proyek, asesmen lokasi, dan pengumpulan data angin. PLTB ini diproyeksikan menghasilkan 200 megawatt listrik dengan 25–30 turbin angin, yang akan mendukung peningkatan kapasitas energi bersih dalam jaringan nasional.

“Pada 2024–2025 fokus pada kelayakan teknis dan administratif. Selanjutnya 2026–2027 akan memasuki pembangunan infrastruktur PLTB,” Ucap Partana.

Berita Terbaru