JATIMPEDIA, Lamongan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan mencatat panen raya ketiga di Desa Plumpang, Kecamatan Sukodadi, dengan harga gabah mencapai Rp7.200 per kilogram yang memperkuat capaian pertanian daerah setempat.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan bahwa panen ketiga tersebut menjadi kabar menggembirakan karena nilainya melampaui Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
"Alhamdulillah, panen raya di Plumpang berhasil menembus harga Rp7.200 per kilogram, berada di atas HPP sebesar Rp6.500,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima di Lamongan, Jawa Timur, Minggu.
Ia menjelaskan produksi padi di Lamongan pada Oktober lalu mencapai 904.928 ton gabah kering giling (GKG) dengan luas panen 175.832 hektare dan produktivitas (provitas) rata-rata 7,33 ton. Hingga 13 November 2025, total produksi tercatat menembus 1.285.000 ton.
Untuk capaian luas tambah tanam (LTT), lanjutnya, saat ini berada pada angka 70 persen atau setara 134.480 hektare yang dinilai menjadi fondasi stabilitas produksi padi daerah.
Sementara itu, Kepala Desa Plumpang Sutikno mengapresiasi konsistensi pemerintah daerah dalam membantu kebutuhan pengairan pertanian.
Ia berharap peningkatan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta perbaikan saluran air dapat diprioritaskan untuk menopang produktivitas pertanian di wilayahnya.
Penguatan sektor pertanian menjadi komitmen Pemkab Lamongan sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2030 melalui program Lumbung Pangan Lamongan.
Editor : Rofiq
URL : https://jatimpedia.id/news-13230-lamongan-panen-raya-padi-hpp-gabah-tembus-rp-7200-perkilo