JATIMPEDIA, Yogyakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menggelar kegiatan perdana Ngalcer di Balai Yasa Yogyakarta. Acara tersebut dihadiri sekitar dua ratus pekerja dari wilayah operasi Daop 6 dan Balai Yasa.
Perhelatan ini menjadi forum refleksi budaya kerja sekaligus penguat kolaborasi antarunit terkait operasional. Melalui acara tersebut, KAI menegaskan budaya kerja sebagai pendorong kinerja dan inovasi layanan.
Dalam sambutan daring, Direktur SDM dan Kelembagaan KAI Atih Nurhayati menegaskan peran budaya perusahaan. Ia menyatakan budaya kerja menjadi fondasi semangat kerja, loyalitas, dan peningkatan kualitas layanan.
“Budaya kerja yang kuat membentuk karakter, disiplin, dan ketulusan dalam melayani. Dari budaya yang sehat lahir kinerja yang berkelanjutan dan pelayanan yang semakin berkualitas,” ujar Atih.
Kegiatan Ngalcer dikemas santai melalui talkshow interaktif yang mendorong dialog dan berbagi gagasan. Peserta berdiskusi soal penerapan nilai kerja, etika komunikasi, dan kolaborasi dalam lingkungan kerja digital.
Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyatakan Yogyakarta merupakan simpul utama layanan KAI di Pulau Jawa. Anne memaparkan data penumpang periode Januari–September 2025 sebagai indikator pertumbuhan konektivitas regional yang signifikan.
“Selain sebagai kota tujuan wisata, pertumbuhan ini juga didorong oleh peningkatan pergerakan wisatawan, mobilitas komuter, serta konektivitas antarkota seperti Yogyakarta–Solo–Surabaya, Kutoarjo–Yogyakarta–Purwosari, dan KA Bandara YIA yang terus menunjukkan tren positif,” kata Anne.
Data menunjukkan total pelanggan Kereta Api Jarak Jauh di wilayah Daop 6 mencapai sembilan koma delapan juta pelanggan. Dari angka tersebut, setengahnya berangkat dari wilayah Daop 6 sementara sisanya turun di stasiun setempat.
Selain penumpang, volume angkutan barang Daop 6 mencapai 253.420 ton selama Januari–September 2025. Angka itu meningkat tujuh belas persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya menurut catatan resmi.
Balai Yasa Yogyakarta berperan menjaga keandalan sarana sejak berdiri pada tahun 1914 hingga kini beroperasi luas. Dengan luas 12,88 hektar, fasilitas ini melakukan perawatan berkala tahunan, dua tahunan, dan tiga tahunan.
“Balai Yasa Yogyakarta merupakan salah satu jantung teknis KAI. Di sinilah standar keandalan dan keselamatan dijaga melalui kerja para teknisi, engineer, dan mekanik yang terus berinovasi menjaga kualitas sarana,” kata Anne.
Editor : Rizky
URL : https://jatimpedia.id/news-12794-kai-perkuat-budaya-kerja-lewat-ngalcer-di-yogyakarta