Jembatan Penghubung Dua Desa di Kokop Bangkalan Kembali Berfungsi

JATIMPEDIA,  Bangkalan  - Jembatan penghubung antara Desa Dupok dan Desa Bandang Laok di Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, kini telah kembali bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Jembatan tersebut sebelumnya rusak parah akibat diterjang banjir besar yang melanda wilayah itu pada awal tahun 2025.

Rekonstruksi jembatan dimulai sejak Mei 2025 oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur. Proyek ini telah rampung 100 persen dan kini jembatan sudah bisa dilintasi oleh kendaraan maupun pejalan kaki seperti sediakala.

Jembatan ini memiliki spesifikasi teknis dengan kekuatan menahan beban hingga 20 ton. Panjang jembatan mencapai 11 meter, lebar 5 meter, dan tinggi 4,5 meter, menjadikannya cukup representatif untuk mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari.

Menurut Camat Kokop Yahya Rochman, jembatan ini memiliki peran vital dalam kehidupan warga. "Jembatan ini adalah akses utama warga untuk kegiatan ekonomi dan pendidikan. Banyak pelajar, santri, dan pedagang yang bergantung pada jalur ini," ujarnya, dalam siaran pers, Jumat (10/10/2025).

Kerusakan jembatan sebelumnya menyebabkan akses warga terganggu selama beberapa bulan. Warga harus menempuh rute alternatif yang lebih jauh dan tidak selalu aman, terutama saat musim hujan.

Pemerintah daerah berharap dengan kembalinya fungsi jembatan ini, roda perekonomian dan aktivitas sosial masyarakat di Kecamatan Kokop dapat kembali berjalan normal dan lebih lancar.

"Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi tentang keberlangsungan hidup masyarakat," ujar Yahya Rochman. Ia juga mengimbau warga untuk turut menjaga dan merawat jembatan agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Berita Terbaru