Penyaluran Kredit di BCA Kanwil III Surabaya Naik Rp4 Triliun

JATIMPEDIA, Surabaya  - Penyaluran kredit PT Bank Central Asia Tbk atau Bank BCA Kantor Wilayah (Kanwil) III Surabaya masih tumbuh positif sepanjang semester I-2025.

Di paruh pertama tahun 2025, pertumbuhan kredit di BCA Kanwil III mencapai Rp 4 triliun menjadi Rp 55 triliun per akhir Juni 2025. Sementara funding atau simpanan mengalami pertumbuhan sebesar Rp 2 triliun di semester I-2025. Dan total dana pihak ketiga (DPK) hingga semester I-2025 sebesar Rp 101 triliun.

Kepala Kantor Wilayah III BCA, Widjaja Stephen mengatakan, pihaknya bersyukur meski ekonomi belum stabil dan sejumlah sektor mengalami penurunan, namun penyaluran kredit di BCA di wilayahnya masih tumbuh positif.

"Salah satu penggerak utama dari kredit di BCA Surabaya adalah KPR (kredit pemilikan rumah), dimana sektor ini memberikan kontribusi sebesar 29 persen atau senilai Rp 16 triliun dari total kredit," katanya di Surabaya, Senin (4/8/2025).

Widjaja tidak menampik bahwa bertumbuhnya KPR tersebut selain gencarnya proyek-proyek baru properti oleh sejumlah developer, juga adanya insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) 100% pada semester I tahun ini.

Meski secara total KPR, komposisi antara primary atau rumah baru dengan secondary masih terbilang berimbang.

Oleh karena itu, guna menggenjot kredit konsumsi, khususnya KPR maupun kredit kendaraan bermotor (KKB), lanjut Widjaja, BCA bakal kembali menggelar BCA Expo pada 22 Agustus 2025 mendatang di sejumlah kota termasuk di Surabaya.

"Seperti BCA Expo sebelumnya, kami akan menawarkan suku bunga spesial untuk KPR dan KKB. Mengapa ini kami gelar rutin, karena dengan meningkatnya kredit untuk perumahan, diharapkan akan menggerakkan sektor riil karena sektor properti memiliki multiplier effect terhadap ratusan sektor lain," ujarnya.

Terkait proyeksi di semester II, Widjaja mengaku sangat optimistis kembali tumbuh positif. Selain momen BCA Expo dengan suku bunga spesial yang diharapkan akan mendongkrak KPR dan KKB, juga kepastian pemerintah akan memperpanjang insentif PPN DTP 100% di semester II ini. Hanya saja, pihaknya hingga saat ini masih menunggu terbitnya aturan tersebut sehingga bisa segera diimplementasikan di lapangan.

"Kami juga berharap ada peluang-peluang baru yang didorong, mengingat beberapa developer juga akan meluncurkan proyek dan produk baru di semester dua ini," ujarnya.

Sementara itu secara global, Widjaja menyebut, rencana The Fed kembali menurunkan suku bunga juga diharapkan bisa memberikan efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi global yang belum stabil akibat geopolitik dan perang dagang.

"Rencana pemerintah yang akan melonggarkan anggaran belanja di semester dua ini juga diharapkan bisa menggairahkan sektor riil," pungkasnya. (cin)

Berita Terbaru