Hubungi 135 Jika Nopol Anda Disalahgunakan di MyPertamina

Surabaya, JP – PT Pertamina Patra Niaga meminta masyarakat pemilik kendaraan melaporkan ke Pertamina Center (PC) 135 jika nomor kendaraanya disalahgunakan orang tak bertanggungjawab untuk membeli BBM subsidi melalui aplikasi MyPertamina. Pernyataan ini disampaikan menyusul banyaknya  keluhan warga Kota Surabaya yang merasa nomor polisi (nopol) kendaraanya digunakan orang lain untuk mendaftar aplikasi MyPertamina.

“Terus terang saya memang baru dengar ini ada nomor polisi yang digunakan oleh orang yang tidak berhak untuk mendapatkan BBM subsidi di MyPertamina. Namun, ini akan menjadi catatan kami untuk perbaikan kedepannya,” kata Irto Ginting, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga saat dihubungi Jatimpedia.id, Senin (12/9).

Dikatakan, dalam keluhannya memang disampaikan ada pemilik kendaraan saat nopolnya didaftarkan ternyata ditolak oleh aplikasi. Penyebabnya, nopol kendaraan ini sudah didaftarkan sebelumnya di aplikasi. Kemudian pemilik kendaraan menggunakan BBM jenis pertalite, ternyata di aplikasi muncul sebagai kendaraan pengguna BBM jenis solar.

Baca Juga  Pengamat Sebut Kualitas Pertalite Sudah Sesuai Standar Mutu

Untuk kasus seperti itu, kata Irto, bisa jadi pengguna aplikasi yang menggunkan MyPertamina mendaftarkan nomor orang lain untuki kendaraanya. Tujuanya agar bisa mendapatkan BBM bersubsidi. Padahal jenis kendaraan dan kapasitas mesinnya dilarang menggunakan BBM subsidi.

“Sekali ini ini kemungkinan yang bisa terjadi. Yang pasti kami tidak membenarkan tindakan itu dan akan kami evaluasi. Yang bisa mendapatkan BBM subsidi bukan orang, namun jenis kendaraan,” kata Irto Ginting.

Jika ada kejadian nopol kendaraan disalahgunakan, imbuh Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, pengguna aplikasi MyPertamina atau masyarakaty pemilik kendaraan bisa melaporkan ke PC 135. Saat melaporkan siapkan kartu identitas dan STNK yang masih berlaku.

Baca Juga  Solar dan Pertalite Besok Naik ? Ini Jawaban BPH Migas dan Pertamina

“Nanti petugas kami di PC 135 akan membantu mendata ulang kendaraan yang terdaftar di MyPertamina agar sesuai dengan data dan jenis kendaraanya. Pendataan ini paling lama 2×24 jam sejak melaporkan ke PC 135,” tandas Irto Ginting.

Sementara itu, hingga Minggu (11/9) sebanyak 2,3 juta kendaraan telah terdaftar sebagai pengguna BBM Subsidi (Solar dan Pertalite). Irto sangat mengapresiasi masyarakat yang telah mendukung Program Subsidi Tepat Sasaran dengan telah melakukan pendaftaran.

Seperti diinformasikan sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga telah membuka pendaftaran kendaraan dan identitasnya di Website MyPertamina per 1 Juli 2022. Dari pendaftaran, pengguna akan mendapatkan QR Code yang dapat digunakan untuk pembelian BBM Subsidi di SPBU Pertamina.

Baca Juga  Satgas Rafi 2024 Berakhir, Pertamina Sebut Pasokan Energi Selama Lebaran Aman

Inisiatif ini dimaksudkan dalam rangka melakukan pencatatan awal untuk memperoleh data yang valid dalam rangka penyaluran BBM subsidi lebih tepat sasaran.

Namun, lanjut Irto, Pertamina masih belum mengetahui waktu pasti penerapan aturan pembatasan distribusi BBM subsidi.

Hal ini dikarenakan Revisi Perpres Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM) beserta petunjuk teknis pembelian BBM jenis Pertalite masih belum rampung. (eka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *