Bupati Yes Lepas Peserta Angkutan Balik Gratis ke Jakarta
JATIMPEDIA, Lamongan – Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, resmi memberangkatkan 10 bus angkutan balik gratis untuk 409 warga yang akan kembali ke Jakarta, di Halaman Kantor UPT P3 LLAJ Dinas Perhubungan, Lamongan, Provinsi Jawa Timur, Sabtu (5/4/2025).
Pemberangkatan ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Lamongan dan Provinsi Jawa Timur, yang bertujuan untuk memfasilitasi masyarakat dalam perjalanan balik gratis.
Bupati bersyukur dan terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur dan Wakil Gubernur yang telah mendukung program ini, sebab memudahkan warganya yang ingin kembali beraktivitas di perantauan. “Kami sangat berterima kasih kepada Bu Gub dan Pak Wagub yang terus membantu kami di Kabupaten Lamongan, dari sebelumnya hanya 3 bus, kini kami berhasil menyediakan 10 bus untuk masyarakat,” ujarnya.
Pak Yes sapaan akrabnya menambahkan bahwa penyediaan bus gratis ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam mendapatkan tiket pulang, terutama di tengah tingginya permintaan perjalanan mudik. “Sekarang ini sulit sekali mencari tiket, bukan karena tidak ada uang, tetapi karena kebutuhan masyarakat untuk perjalanan mudik semakin meningkat,” katanya.
Bupati Yuhronur berharap bahwa dengan adanya bus gratis ini, kepadatan lalu lintas dapat berkurang, sehingga angka kecelakaan lalu lintas juga dapat diturunkan. “Kami semua berharap agar tahun ini perjalanan mudik dan balik dapat berjalan lancar, dan angka kecelakaan lalu lintas semakin menurun,” ujarnya.
Kemudian Achmad Fadil, Kepala UPT P3 LLAJ, Lamongan, juga menuturkan, pentingnya kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam menyediakan layanan transportasi bagi masyarakat. “Kami berharap ke depan, Pemerintah Kabupaten Lamongan dapat menyediakan lebih banyak bus, sehingga kontribusi dan kolaborasi ini semakin meningkat,” ucapnya.
Ia menyampaikan harapan agar lokasi pemberangkatan tidak hanya di Pendopo, tetapi juga di tempat yang lebih sakral, untuk memberikan kesan yang lebih bermakna bagi masyarakat. “Kami ingin tempatnya lebih sakral, agar masyarakat merasa lebih dihargai dalam perjalanan mudik mereka,” ujarnya.
Dengan langkah ini, diharapkan masyarakat dapat merasakan kemudahan dan kenyamanan dalam perjalanan mudik balik, serta menciptakan suasana yang aman dan tertib di jalan raya. (sat)