JATIMPEDIA, Jakarta – Komisi VI DPR RI yang dipimpin oleh Adisatrya Suryo Sulisto meninjau implementasi bata interlock presisi dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) di Kendal, Jawa Tengah. Inovasi ini mendukung program 3 juta rumah Presiden Prabowo dan mendapat apresiasi dari Komisi VI DPR RI yang mendorong perluasan pasokan ke seluruh Indonesia.
“Dalam beberapa tahun terakhir, industri semen menghadapi tantangan berat, mulai dari kelebihan kapasitas produksi hingga persaingan harga yang ketat. Inovasi seperti bata interlock presisi menjadi solusi untuk meningkatkan daya saing,” ujar Adisatrya.
Baca juga: Direktur Operasi SIG Tinjau Langsung Optimalisasi Produksi dan Distribusi Semen di Aceh
Bata interlock presisi SIG, sebagai produk turunan semen hijau, memiliki keunggulan tahan gempa dan mempercepat konstruksi dibandingkan metode konvensional. Selain itu, SIG juga memperkenalkan paving block berpori sebagai solusi bagi kawasan tergenang.
Baca juga: SIG Bidik Penguatan Dominasi Pasar Jawa Barat
Direktur Utama SIG, Donny Arsal, menegaskan bahwa inovasi semen hijau SIG mampu mengurangi emisi karbon hingga 38% dibandingkan semen konvensional, dengan TKDN lebih dari 90%. “Menggunakan semen hijau SIG berarti turut berkontribusi dalam pelestarian lingkungan dan kemajuan industri nasional,” katanya.(raf)
Baca juga: SIG Kebut Distribusi Semen di Aceh, Produksi dan Pasokan Dioptimalkan
Editor : Taufiq