Forikan Bojonegoro Ajak Masyarakat Gemar Konsumsi Ikan

Reporter : Satriyo

JATIMPEDIA, Bojonegoro - Guna menciptakan generasi yang sehat dan cerdas, Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Bojonegoro, Dian Adiyanti Adriyanto, mengajak masyarakat menyukseskan Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan)

Seperti dikutip dari laman resmi Pemkab Bojonegoro, hari ini Jumat (31/5/2024), Sosialiasi gemarikan ini telah dilaksanakan Forikan di tempat wisata air Bandung Bondowoso (Babo) Desa Sidabandung Kecamatan Balen.

Baca juga: Miris, 4.251 Orang di Kabupaten Bojonegoro Terinfeksi HIV/AIDS

Ketua Forikan Bojonegoro, Dian Adiyanti Adriyanto, menyampaikan, ikan merupakan sumber nutrisi yang baik dan mengandung omega 3. Selain itu mengandung kalsium yang baik untuk pertumbuhan. Kandungan ikan, sangat baik untuk kecerdasan anak, bahkan orang dewasa. Oleh karena itu, peran ibu dalam keluarga sangat penting dalam penyajian makanan setiap harinya.

"Diusahakan dalam menu makanan yang dihidangkan untuk keluarga terdapat olahan dari ikan setiap hari. Ini untuk menciptakan SDM yang unggul salah satunyaadalah dengan mengkonsumsi ikan.

Baca juga: Hutan Bojonegoro Masuk Masa Rawan, Perhutani Siaga

Ketua PKK Kabupaten Bojonegoro ini juga berharap dengan gemarikan, angka stunting di Bojonegoro semakin turun. Karena para ibu PKK sudah semakin kreatif dalam menyajikan olahan ikan.

Sekretaris Daerah Bojonegoro, Nurul Azizah, menambahkan bahwa Kabupaten Bojonegoro melakukan sinergi antara pemerintah pusat, provinsi dan pemerintah daerah. Tahun 2024, terdapat 6 program prioritas yaitu menurunkan angka kemiskinan, menurunkan angka stunting, meningkatkan mutu pendidikan, pengendalian inflasi, kebencanaan dan peningkatan pendapatan dari investasi UMKM dan wisatawan.

Baca juga: Triwulan II-2026, Simpanan Bank di Jatim Tumbuh 4,64 Persen YoY

Nurul Azizah juga menuturkan dari 6 program strategis, hal yang menggembirakan adalah penurunan angka stunting. Dari 38 kabupaten kota se-Jawa Timur, Kabupaten Bojonegoro tertinggi dalam penurunanya dari 14,1 persen turun menjadi 10,1 persen. (sat)

Editor : Satriyo

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru