JATIMPEDIA, Surabaya - PT Terminal Teluk Lamong (TTL) memperkuat kolaborasi dengan perusahaan pelayaran sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan dan mendukung konektivitas logistik nasional.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan jajaran manajemen OOCL Shipping Lines ke PT Terminal Teluk Lamong, Surabaya.
Baca juga: Arus Peti Kemas Tumbuh 10,65 Persen, TPK Merauke Perkuat Sinergi Stakeholder Pelabuhan
Kunjungan tersebut dihadiri Regional Group General Manager ASNG OOCL Karen Lam, Regional General Manager Indonesia Aaron Chen, dan Branch Manager Surabaya Samsuar. Jajaran OOCL disambut langsung Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong David Pandapotan Sirait bersama jajaran manajemen TTL.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas perkembangan operasional dan layanan terminal, dinamika industri pelayaran dan logistik, serta peluang peningkatan kolaborasi untuk mendukung kebutuhan layanan OOCL di masa mendatang.
“Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi kami untuk bertukar perspektif sekaligus memperkuat komunikasi dengan OOCL. Bagi TTL, hubungan yang erat dengan shipping line merupakan fondasi penting dalam menghadirkan layanan yang semakin andal, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna jasa,” ujar David.
Ia mengatakan TTL akan terus meningkatkan kapabilitas operasional, kualitas layanan, dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung pertumbuhan arus perdagangan serta konektivitas logistik melalui Surabaya.
Sementara itu, Karen Lam menyampaikan pandangannya mengenai posisi strategis Surabaya dalam mendukung konektivitas logistik, khususnya untuk wilayah Indonesia Timur.
Baca juga: ​Pelindo Sosialisasi Layanan Alat Pemindai Petikemas ke GINSI, ALFI, dan GPEI Jatim
“Surabaya memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai hub port bagi Indonesia Timur. Di tengah tantangan pengembangan di Jakarta dan Semarang, Surabaya dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperkuat konektivitas dan jaringan logistik,” ujarnya.
Rangkaian kunjungan dilanjutkan dengan peninjauan Integrated Planning and Control Room (IP&C) TPK Teluk Lamong. Melalui fasilitas tersebut, jajaran OOCL melihat secara langsung proses perencanaan, pemantauan, dan pengendalian operasional terminal secara terintegrasi dan real time.
“Kami terkesan dengan Integrated Planning and Control Room TTL yang memungkinkan operasional dipantau secara real time, termasuk bagaimana Automated Stacking Crane (ASC) beroperasi di lapangan,” kata Karen.
Penerapan sistem perencanaan dan pengendalian terintegrasi tersebut merupakan bagian dari transformasi operasional TTL untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan terminal, menjaga kelancaran kegiatan bongkar muat, dan memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap proses pelayanan.
Baca juga: Pelindo Marine Dampingi Perajin Batik Eks-Dolly Hadapi Era Industri 5.0
Bagi TTL, kunjungan OOCL tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan dengan pengguna jasa sekaligus membuka ruang diskusi mengenai peluang pengembangan layanan dan konektivitas yang dapat memberikan nilai tambah bagi kedua pihak.
Ke depan, TTL akan terus memperkuat sinergi dengan perusahaan pelayaran dan pengguna jasa melalui peningkatan kualitas pelayanan, pengembangan kapabilitas operasional, serta pemanfaatan teknologi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen TTL menghadirkan terminal yang andal, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan, sekaligus berkontribusi terhadap penguatan konektivitas perdagangan nasional dan Indonesia Timur.
Editor : Taufiq