Kolaborasi SGN dengan Polda Sumsel Kendalikan Karhutla

Reporter : Eka Sapto
Sinergi di lapangan diwujudkan melalui kerja sama Satgas Karhutla PT SGN dengan tim BKO Polsek Tanjung Batu.

JATIMPEDIA, Palembang  - PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) memperkuat penanganan dan pengendalian kebakaran di area perkebunan tebu Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Langkah ini dilakukan melalui koordinasi intensif bersama Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) serta jajaran kepolisian wilayah setempat guna menjaga keberlangsungan produksi gula nasional.

Sinergi di lapangan diwujudkan melalui kerja sama Satgas Karhutla PT SGN dengan tim BKO Polsek Tanjung Batu. Kolaborasi tersebut difokuskan pada pemantauan kondisi area, pemadaman titik api, hingga langkah pencegahan agar kebakaran tidak meluas di area perkebunan PG Cintamanis.

Baca juga: SGN dan Polda Lampung Sepakati Perjanjian Kerja Sama

Cluster Head Sumatera II PT Sinergi Gula Nusantara, Andhiyan Yuwono, menjelaskan bahwa penanganan kebakaran di sektor perkebunan membutuhkan respons cepat dan terpadu dari seluruh pihak.

“SGN terus melakukan langkah aktif dalam pengendalian kebakaran di area perkebunan tebu. Koordinasi bersama Polda Sumsel menjadi bagian penting untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan secara cepat, terarah, dan terpadu. Dengan adanya kerja sama antara Satgas Karhutla PT SGN dan tim BKO Polsek Tanjung Batu, kami dapat memperkuat koordinasi dan respons terhadap kondisi di lapangan,” ujar Andhiyan, Senin (24/8).

Selain fokus pada penanganan fisik titik api, SGN mendukung penuh upaya penegakan hukum terhadap dugaan pembakaran lahan secara sengaja. Beberapa pihak yang terindikasi melakukan pembakaran telah dilaporkan kepada aparat penegak hukum untuk diproses secara legal.

Andhiyan menegaskan, aksi pembakaran tebu membawa dampak sistematis terhadap pasokan bahan baku pabrik gula. Kebakaran berpotensi menurunkan volume tebu yang dapat dipanen sehingga mengganggu taksasi target produksi gula.

Baca juga: Kinerja SGN Semester I 2026 Tumbuh Positif, Tebu Giling Naik 20 Persen dan Produksi Gula 26 Persen

“Ketika tebu sengaja dibakar, maka potensi tebu yang dapat dipanen menjadi berkurang. Kondisi tersebut pada akhirnya berdampak pada pabrik gula karena potensi produksi gula dapat turun dari taksasi atau target yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Sementara itu, Corporate Secretary PT Sinergi Gula Nusantara, Yunianta, menekankan bahwa aspek pencegahan dan penanganan kebakaran merupakan bagian utama dalam menjaga operasional keberlanjutan bisnis perusahaan.

“SGN berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mencegah dan menangani kebakaran di area perkebunan. Sinergi ini menjadi kunci agar setiap potensi kebakaran dapat diantisipasi dan ditangani secara cepat,” ungkap Yunianta.

Baca juga: SGN Perkuat Kinerja dan Akselerasi Transformasi di Semester I-2026

Ia juga mengajak partisipasi aktif masyarakat di sekitar wilayah perkebunan untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan yang berisiko merugikan ekosistem dan mengancam target swasembada gula nasional.

“Pengendalian kebakaran bukan hanya menjadi tanggung jawab perusahaan, tetapi membutuhkan kepedulian dan kerja sama seluruh pihak. Kami mengajak masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga area perkebunan agar tetap aman dan produktif,” pungkasnya.

Editor : Eka Sapto

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru