Pelindo dan Pelni Gratiskan Pengiriman Bantuan Gempa NTT

Reporter : Taufiq
Kepala Cabang PELNI Surabaya Roni Abdullah

JATIMPEDIA, Surabaya - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) bersama PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) menggratiskan biaya angkut atau memberikan diskon 100 persen untuk pengiriman bantuan bagi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Cabang PELNI Surabaya Roni Abdullah mengatakan, diskon 100 persen berlaku untuk pengiriman bantuan menggunakan kapal PELNI selama masa tanggap darurat bencana di NTT.

Baca juga: JICT Ungkap Peran Besarnya di Balik Kelancaran Logistik dan Ekonomi Nasional

“Program ini berbentuk diskon 100 persen untuk tarif muatan kapal PELNI yang difasilitasi pemerintah melalui Kementerian Perhubungan,” kata Roni dalam keterangan tertulis, Senin (24/8).

Selain membebaskan biaya angkut, PELNI bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta Pelindo juga membuka posko bantuan di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Roni mengatakan, posko tersebut dibentuk sebagai respons atas tingginya antusiasme masyarakat, khususnya di Jawa Timur, dalam menyalurkan bantuan untuk korban gempa NTT.

Baca juga: Pelindo Satukan PMT dan PTP, Target Merger 1 Oktober 2026

“Melihat antusiasme masyarakat yang luar biasa, khususnya di Jawa Timur, kami bersama Pelindo dan KSOP menginisiasi dibentuknya posko bersama,” ujarnya.

Menurut Roni, posko logistik untuk korban gempa NTT telah beroperasi sejak 16 Agustus 2026. Selain di Surabaya, pusat penyaluran bantuan juga tersedia di Jakarta dan Makassar.

Baca juga: ESB Catat Transaksi Non-Tunai F&B Surabaya 78 Persen

Sementara itu, Branch Manager Kalimas Pelindo Multi Terminal Ana Adiliya mengatakan, pihaknya akan memastikan kelancaran proses pengiriman bantuan, mulai dari kesiapan infrastruktur hingga kegiatan bongkar muat.

“Kami memastikan seluruh kesiapan infrastruktur pelabuhan, dermaga, fasilitas penunjang, hingga operasional bongkar muat di posko bersama berjalan lancar,” jelasnya.

Editor : Taufiq

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru