Mentan Amran Dorong Akses Alsintan bagi Buruh Tani, Gresik Dapat Dukungan Traktor dan Irigasi

Reporter : indri fitria
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mendampingi Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman meninjau kondisi pertanian di Desa Munggugianti, Kecamatan Benjeng

JATIMPEDIA, Gresik - Pemerintah Kabupaten Gresik menyambut dukungan Kementerian Pertanian RI dalam memperkuat akses petani dan buruh tani terhadap alat dan mesin pertanian (alsintan). Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat produktivitas pertanian sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman yang turun langsung meninjau kondisi pertanian di Desa Munggugianti, Kecamatan Benjeng, Selasa (11/08). Dalam kunjungan tersebut, pemerintah pusat memberikan sejumlah dukungan sarana pertanian, termasuk dua unit traktor roda dua untuk buruh tani.

Baca juga: Kolaborasi Pemkab Gresik dengan PT Smelting Kick Off Program Pesisir Lestari Tanam 10.000 Mangrove

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada para petani di Kabupaten Gresik. Bantuan ini tentu sangat berarti untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperluas akses petani terhadap alat dan mesin pertanian,” ujar Wabup Alif.

Selain bantuan traktor, Kementerian Pertanian juga mengalokasikan dukungan sarana dan prasarana pengairan bagi petani Gresik. Bantuan tersebut terdiri atas 54 unit irigasi perpompaan, 9 unit irigasi perpipaan, serta rehabilitasi jaringan irigasi tersier sebanyak 12 unit.

Dukungan tersebut diberikan di tengah kondisi kekeringan yang melanda sejumlah lahan pertanian di Gresik. Mentan Amran meninjau langsung lahan pertanian terdampak kekeringan dengan luasan lebih dari 200 hektare di Desa Munggugianti.

Menurut Wabup Alif, bantuan alsintan dan infrastruktur pengairan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian, terutama ketika petani menghadapi tantangan cuaca dan keterbatasan sarana produksi.

“Gresik siap bersinergi dan mendukung penuh program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan. Kami akan terus memperkuat infrastruktur pertanian, memastikan bantuan tepat sasaran, serta mendorong petani agar semakin produktif dan sejahtera,” katanya.

Sementara itu, Mentan Amran menegaskan pemerintah akan memperluas akses bantuan alsintan, khususnya bagi buruh tani. Ia menyebut regulasi selama ini masih membatasi akses buruh tani terhadap bantuan alat pertanian.

Ke depan, bantuan berupa traktor, combine harvester, alat tanam, dan berbagai alsintan lainnya akan dibuka lebih luas bagi buruh tani. Mekanisme pengusulan juga akan disederhanakan dengan memperkuat peran penyuluh pertanian lapangan (PPL).

“Tanda tangannya tidak usah ribet. Cukup PPL kami terima. PPL tanda tangan, kami terima di Jakarta, kami kirim alatnya kepada yang membutuhkan,” kata Mentan Amran.

Amran menilai kemudahan akses alsintan penting untuk memastikan alat pertanian dapat diterima langsung oleh pihak yang membutuhkan. Dengan demikian, bantuan pemerintah tidak berhenti pada kelompok atau kelembagaan tertentu, tetapi juga dapat dirasakan buruh tani yang terlibat langsung dalam proses produksi.

Baca juga: DLH Gresik Apresiasi Komitmen Petrokimia Gresik Pulihkan Mangrove Mengare

Selain penguatan alsintan, pemerintah juga menyiapkan langkah penanganan kekeringan melalui dukungan pompa dan pembangunan sumur dangkal.

“Kita bagi dua solusinya. Yang pertama, yang ada sumber air dekat dari sawah yang kekeringan, kita berikan pompa langsung. Tidak ada basa-basi, tidak birokrasi panjang. Yang kedua, yang tidak ada sumber air, kita siapkan sumur dangkal,” ujar Amran.

Ia menegaskan pemerintah tidak ingin ancaman kekeringan mengganggu produktivitas pertanian. Menurutnya, kondisi perberasan Jawa Timur saat ini relatif aman dengan produksi sekitar 1,3 juta ton, namun mitigasi terhadap risiko kekeringan tetap perlu dilakukan.

“Kita tenang, tetapi kita tidak boleh lengah. Kita harus tetap berusaha keras untuk memitigasi risiko kekeringan yang terjadi tahun ini,” ujarnya.

Bagi Pemkab Gresik, dukungan alsintan dan infrastruktur pertanian tersebut menjadi bagian dari penguatan sektor pertanian dalam jangka panjang. Pemerintah daerah akan terus mendorong sinergi dengan pemerintah pusat, penyuluh pertanian, kelompok tani, buruh tani, serta seluruh pemangku kepentingan.

Wabup Alif menegaskan target swasembada pangan membutuhkan keterlibatan seluruh tingkatan pemerintahan, termasuk pemerintah daerah.

Baca juga: Pasokan Oksigen RSUD Bawean Terancam, Dinkes Siapkan Skema Darurat

“Target swasembada pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat. Daerah juga memiliki peran penting. Karena itu, kami siap bergerak bersama, memastikan setiap dukungan yang diberikan pemerintah dapat benar-benar dirasakan dan berdampak bagi petani Gresik,” ujarnya.

Selain bantuan alsintan dan penanganan kekeringan, Pemkab Gresik juga terus mendorong penguatan infrastruktur sumber daya air, termasuk rencana pembangunan kolam retensi di wilayah selatan Gresik yang selama ini menghadapi persoalan kekeringan berulang.

Terkait kebutuhan tersebut, Amran menyatakan pemerintah pusat siap berkoordinasi dengan kementerian terkait, termasuk Kementerian ATR/BPN apabila terdapat persoalan pertanahan yang perlu diselesaikan.

Ia meminta kebutuhan tersebut disampaikan secara tertulis agar dapat segera ditindaklanjuti.

“Kalau kepentingan rakyat, Presiden perintahkan layani. Tidak usah basa-basi,” tegasnya.

Editor : Arif

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru