Pertagas Dukung Penerapan CNG 3 Kg Gantikan LPG

Reporter : Ferdian
Corporate Secretary Pertamina Gas (Pertagas) Sulthani Adil Mangatur

JATIMPEDIA, Surabaya - Corporate Secretary Pertamina Gas (Pertagas) Sulthani Adil Mangatur menyatakan siap mendukung rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menerapkan Compressed Natural Gas (CNG) 3 kg sebagai pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG).

“Jadi, prinsipnya nanti bilamana kami diminta untuk andil, turut serta, kami akan siap mendukung,” ujar Sulthani ketika ditemui di Stasiun Kompresor Gas Distrik Tegalgede, Cikarang Selatan, Jawa Barat, Rabu.

Baca juga: Pertamina Gas Edukasi Mitigasi Bencana ke Siswa SDN 40 Gresik

Salah satu dukungan yang siap diberikan oleh Pertagas adalah infrastruktur pendukung. Misalkan, lanjut dia, apabila konsep penyaluran CNG melibatkan stasiun kompresi gas tertentu, Sulthani menyampaikan Pertagas siap untuk turut berkontribusi.

Selain itu, Sulthani juga menyampaikan Pertagas dapat mengambil peran apabila diperlukan infrastruktur untuk mengalirkan pasokan gas CNG ke titik stasiun tertentu.

“Secara pipa, mostly kalau kita bicara untuk yang tadi, dari Sumatera bagian tengah sampai ke Jawa bagian timur kami sudah terhubung pipanya. Sebagai pipa backbone, ya, di sini,” kata Sulthani.

Meskipun demikian, Sulthani menyampaikan masih menunggu ketetapan dari Kementerian ESDM, khususnya Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas), ihwal mekanisme bisnis dan konsep penyaluran CNG.

“Nanti kami lihat dari pemerintah seperti apa,” ujar Sulthani.

Baca juga: Pertamina Gelontor 922 Ribu Tabung Elpiji 3 Kg Tambahan Untuk Jatim

CNG bukan teknologi baru karena telah digunakan di sektor perhotelan, restoran, kafe (horeka), hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, pemanfaatannya selama ini masih terbatas pada tabung berkapasitas besar di atas 10 hingga 20 kilogram.

Saat ini, Indonesia melakukan uji coba tabung CNG berkapasitas 3 kilogram di China dan Indonesia.

Uji coba ini dilakukan untuk mengembangkan tabung CNG berukuran kecil setara LPG 3 kilogram.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menargetkan uji coba tabung Compressed Natural Gas (CNG) ukuran 3 kilogram bisa selesai pada kisaran Juli–Agustus 2026.

Baca juga: Pertagas OEJA Dukung Panen Melon Produktif di Tanggulangin

Menurut Bahlil, tantangan utama dalam uji coba adalah aspek teknis karena tekanan gas CNG sekitar 200 hingga 250 bar, lebih kuat apabila dibandingkan dengan LPG yang tekanannya berada di kisaran 5–10 bar.

“Kalau itu (uji coba tabung) selesai, baru kami bisa dorong secara massal untuk beberapa tempat yang bisa kami lakukan,” kata Bahlil.

Ia mengatakan pemerintah terus mengkaji penggunaan CNG sebagai alternatif pengganti LPG tabung 3 kilogram guna mengurangi ketergantungan impor energi. Oleh karena itu, uji coba terus dilakukan.

Editor : Rizky

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru