JATIMPEDIA, Gresik – Aroma kuliner yang menggoda, deretan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga hiburan untuk masyarakat berpadu dalam Petronite Festival (Petronite Fest) 2026. Lebih dari sekadar pesta rakyat, festival yang digelar PT Petrokimia Gresik ini menjadi ruang bagi ratusan pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Tahun ini, Petronite Fest melibatkan sebanyak 670 tenant yang terdiri atas 558 pedagang kaki lima (PKL) dan 73 stand yang menampilkan beragam produk kuliner, UMKM, hingga produk unggulan lainnya. Keterlibatan ratusan pelaku usaha tersebut menjadi wujud komitmen perusahaan dalam membuka akses pemasaran yang lebih luas bagi ekonomi kerakyatan.
Baca juga: Bukan Sekadar Jalan Sehat, Petrokimia Gresik Ajak Ribuan Warga Hidup Lebih Sehat
Direktur Keuangan dan Umum PT Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, mengatakan Petronite Fest bukan sekadar agenda hiburan tahunan, tetapi dirancang sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Petronite Fest 2026 tidak sekadar menjadi agenda hiburan tahunan, melainkan instrumen pemberdayaan ekonomi yang dirancang untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro dan kecil di sekitar wilayah operasional perusahaan," ujar Adityo.
Menurutnya, dampak ekonomi yang dihasilkan festival tersebut terus menunjukkan tren positif. Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, Petronite Fest mampu menciptakan perputaran ekonomi sekitar Rp10 miliar. Tahun ini, capaian tersebut diproyeksikan meningkat seiring bertambahnya jumlah tenant dan tingginya antusiasme masyarakat.
"Berdasarkan penyelenggaraan tahun lalu, perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp10 miliar. Tahun ini kami optimistis nilainya meningkat karena jumlah pelaku usaha bertambah dan minat masyarakat untuk datang juga semakin besar," katanya.
Tak hanya menjadi peluang bagi pelaku usaha, festival ini juga menjadi magnet bagi masyarakat. Berdasarkan data penyelenggaraan sebelumnya, Petronite Fest mencatat rata-rata 35 ribu pengunjung setiap hari dengan total sekitar 319 ribu pengunjung selama festival berlangsung. Ramainya pengunjung memberikan peluang besar bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan penjualan.
Manfaat tersebut dirasakan langsung oleh para pelaku usaha yang mengikuti festival. Asfina, perajin hijab asal Gresik yang merintis usahanya sejak 2021, mengaku memperoleh banyak pelanggan baru pada hari pertama penyelenggaraan.
Baca juga: DLH Gresik Apresiasi Komitmen Petrokimia Gresik Pulihkan Mangrove Mengare
"Alhamdulillah saya ketemu dengan pembeli baru di pameran ini. Semoga penjualan naik dan bisa membantu suami menambah penghasilan," ujar ibu dua anak tersebut.
Cerita serupa datang dari Sri Mariyani, pelaku UMKM kuliner asal Kecamatan Manyar. Ia mengaku seluruh stok dimsum mentai yang dibawanya ludes terjual hanya dalam satu malam pembukaan festival.
"Tadi bawa lima kotak berisi 250 dimsum mentai. Alhamdulillah habis tepat jam 21.00. Semoga hingga akhir pameran penjualannya seperti hari ini. Terima kasih Petrokimia Gresik yang telah memfasilitasi penyelenggaraan Petronite Festival kali ini," katanya.
Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, mengapresiasi konsistensi PT Petrokimia Gresik dalam menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Baca juga: Petrokimia Gresik raih Gold Winner Media Relations Award 2026 lewat program PMA
"Petronite Fest tidak hanya menjadi ruang interaksi sosial dan hiburan, tetapi juga menjadi instrumen pembangunan ekonomi berbasis masyarakat melalui penguatan UMKM dan pelaku usaha lokal," ujarnya.
Ia berharap Petronite Fest terus berkembang sebagai agen penggerak ekonomi daerah sekaligus menjadi etalase produk-produk lokal Gresik agar semakin dikenal masyarakat luas.
Melalui perpaduan hiburan, kuliner, dan pemberdayaan ekonomi, Petronite Fest 2026 diharapkan tidak hanya menghadirkan kemeriahan bagi pengunjung, tetapi juga menjadi momentum bagi pelaku usaha lokal untuk tumbuh, berkembang, dan naik kelas. Kisah Asfina dan Sri Mariyani menjadi bukti bahwa sebuah pesta rakyat dapat menghadirkan dampak nyata bagi ekonomi keluarga dan membuka peluang baru bagi UMKM untuk berkembang.
Editor : Eka Sapto