DENZA Hadirkan Art in Motion di ArtMoments 2026, Sulap D9 dan B8 Jadi Kanvas & Soundscape

Reporter : Ferdian

JATIMPEDIA, Jakarta – Merek premium di bawah naungan BYD, DENZA, turut memeriahkan ArtMoments 2026 yang berlangsung pada 4–7 Juni 2026 di AGORA Mall, Jakarta. Sebagai VIP Mobility Partner, DENZA menghadirkan ruang pengalaman di booth A5 yang mempertemukan seni, teknologi, desain, dan mobilitas premium melalui instalasi visual dan audio yang dikembangkan bersama dua orang seniman.

Melalui program bertajuk Art in Motion, DENZA mengajak pengunjung untuk melihat kendaraan tidak hanya sebagai sarana mobilitas, tetapi juga sebagai medium ekspresi artistik dan pengalaman multisensori. Pendekatan ini diwujudkan melalui dua interpretasi utama.

Baca juga: Pabrikan Otomotif Siapkan Model Baru Jelang IIMS 2026, Denza B5 PHEV Jadi Sorotan

Pertama, The Mallacan Leisure karya Arief Witjaksana, sebuah karya seni yang diintegrasikan pada DENZA D9. Karya ini mentransformasi kendaraan menjadi moving canvas yang merefleksikan imajinasi, kebebasan, dan ekspresi modern. Kedua, HEAD IN THE CLOUDS karya Gabriel Cheah, sebuah pengalaman sound art kontemplatif yang menggambarkan perjalanan di atas pesawat pada ketinggian 40.000 kaki, dihadirkan melalui sistem audio premium Devialet pada DENZA B8.

Keduanya dirancang untuk menciptakan dialog antara craftsmanship, inovasi, dan ekspresi artistik, sekaligus memperlihatkan bagaimana teknologi dapat menghasilkan pengalaman yang lebih personal, emosional, dan relevan dengan gaya hidup modern.

"Melalui partisipasi DENZA di ArtMoments 2026, kami ingin menegaskan filosofi Technology Drives Elegance yang menjadi fondasi brand DENZA. Bagi kami, teknologi dan seni memiliki kesamaan mendasar: keduanya berupaya menciptakan pengalaman yang mampu menginspirasi, membangkitkan emosi, dan memperkaya kehidupan," ujar Luther T. Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Indonesia.

Luther menambahkan bahwa melalui kolaborasi dengan para seniman, DENZA menghadirkan kendaraan bukan hanya sebagai simbol inovasi dan kemewahan, tetapi juga sebagai medium ekspresi kreatif yang mempertemukan desain, craftsmanship, dan teknologi dalam satu pengalaman utuh.

Pada instalasi ini, DENZA D9 bertransformasi menjadi kanvas bagi Arief Witjaksana, seniman Indonesia yang dikenal melalui pendekatan visual yang menggabungkan imajinasi, spontanitas, dan eksplorasi pengalaman manusia. Karyanya yang bertajuk The Mallacan Leisure menghadirkan lanskap visual yang mengajak audiens memasuki ruang di mana rasa ingin tahu, kebebasan, dan kemungkinan hidup berdampingan.

Dalam praktik artistiknya, Arief mengeksplorasi bagaimana manusia membangun hubungan dengan dunia di sekitarnya melalui imajinasi, refleksi, dan pengalaman personal. Bahasa visual yang cair, ekspresif, dan penuh warna menjadi sarana untuk menghadirkan perspektif baru mengenai perjalanan, penemuan, dan kebebasan dalam memaknai kehidupan modern.

"Melalui karya ini, saya ingin menghadirkan sebuah ruang yang mendorong audiens untuk mengeksplorasi imajinasi dan menemukan perspektif baru dalam keseharian mereka. Ketika dihadirkan pada DENZA D9, karya ini menjadi sebuah dialog antara ekspresi artistik dan inovasi, memperlihatkan bagaimana teknologi dan kreativitas dapat berjalan berdampingan untuk menciptakan pengalaman yang lebih bermakna," ujar Arief.

Baca juga: BYD Optimistis Penjualan di Indonesia, Siap Perkenalkan Teknologi Dual Mode

Melengkapi interpretasi visual pada DENZA D9, DENZA B8 menghadirkan pengalaman audio imersif melalui instalasi HEAD IN THE CLOUDS. Karya ini merupakan floating soundscape dari Gabriel Cheah, musisi dan seniman kontemporer asal Malaysia yang dikenal melalui pendekatan artistik yang memadukan suara, visual, serta eksplorasi emosional.

Karya audio ini memberikan pengalaman seolah-olah berada di dalam pesawat yang melaju di ketinggian 40.000 kaki, menghadirkan suara perjalanan di antara awan sebagai metafora aspirasi, refleksi, dan perjalanan menuju tujuan. Atmosfer suara yang tenang dan meditatif menciptakan ruang emosional yang mempertemukan ambisi dengan ketenangan.

"Bagi saya, kebahagiaan bukan sekadar absennya emosi negatif, melainkan keseimbangan antara pengalaman yang menyenangkan dengan pertumbuhan dan makna hidup. Melalui HEAD IN THE CLOUDS, saya ingin menghadirkan ruang emosional yang memadukan harapan, energi positif, serta refleksi personal; sebuah pengalaman audio yang intim dan imersif, di mana ambisi dan ketenangan dapat hadir secara bersamaan," ujar Gabriel Cheah.

Pengalaman tersebut semakin diperkuat melalui sistem audio premium Devialet pada DENZA B8, yang menghadirkan kedalaman, kejernihan, dan kualitas suara imersif.

Baca juga: Pasar EV Indonesia Melonjak, BYD Kuasai Lebih dari Separuh Penjualan Nasional

Sebagai VIP Mobility Partner, DENZA juga memperluas pengalaman Art in Motion hingga ke perjalanan para tamu VIP. Melalui layanan shuttle menggunakan DENZA D9, para kolektor, seniman, galeris, media, dan undangan khusus dapat merasakan langsung kenyamanan serta kemewahan mobilitas premium menuju lokasi penyelenggaraan ArtMoments 2026.

DENZA D9 yang merupakan model flagship dan pemimpin baru di segmen MPV listrik premium di Indonesia ini menghadirkan perpaduan antara teknologi cerdas, craftsmanship berkualitas tinggi, dan kabin lapang yang dirancang untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih intuitif dan berkelas.

Melalui kolaborasi dengan ArtMoments, DENZA memperlihatkan bahwa teknologi, seni, dan desain dapat saling memperkaya dalam menghadirkan perspektif baru terhadap mobilitas premium. Inovasi tidak hanya diukur dari performa dan kecanggihan teknologi, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan pengalaman yang relevan secara emosional, dekat dengan gaya hidup modern, dan bermakna bagi setiap perjalanan.

 

Editor : Taufiq

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru