JATIMPEDIA, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia tumbuh 5,61 persen (year-on-year/yoy) pada triwulan I 2026 dengan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp3.447,7 triliun, dan atas dasar harga berlaku (ADHB) tercatat Rp6.187,2 triliun.
"Ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61 persen pada triwulan I-2026," kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta, Selasa.
Baca juga: BPS : Ekonomi Jatim Tumbuh 5,72 Persen di Triwulan II-2026
Dikatakan, ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 mencatatkan pertumbuhan 5,61% secara tahunan atau year on year (yoy). Laju pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan 5,39% pada kuartal IV-2026 maupun pada periode yang sama tahun sebelumnya atau kuartal I-2025 sebesar 4,87% yoy.
Baca juga: Juli 2026 Alami Inflasi Tahunan Melandai ke 2,88 Persen
Berdasarkan konsensus dari 12 lembaga/institusi, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai 5,40% secara tahunan (year on year/yoy). Namun secara kuartalan, ekonomi diproyeksi terkontraksi 1,0% dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter to quarter/qtq).
Pada periode ini, bertepatan dengan Lebaran. Pemerintah dan perusahaan menyalurkan Tunjangan Hari Raya (THR) yang mampu mendorong daya beli masyarakat.
Baca juga: Hingga Juni 2026, 7,4 Juta Wisman Kunjungi Destinasi di Indonesia
Ini terlihat pada konsumsi masyarakat terus tumbuh yang terlihat pada restoran dan hotel. Pertumbuhan transaksi online dari e-retail dan marketplace juga tumbuh. Nilai barang impor konsumsi naik 6,12% yoy.
Editor : Rizky