JATIMPEDIA, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) nasional tetap aman menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
Direktur Jenderal Perkebunan Kementan, Abdul Roni Angkat , memastikan pasokan CPO cukup memenuhi kebutuhan minyak goreng selama Ramadan 2026.
Baca juga: PT BKMS Dukung Penguatan Kemitraan Sentra IKM Logam Menganti
Menurut dia, produksi minyak goreng nasional sebagian besar berbasis bahan baku CPO. “Karena itu ketersediaan di tingkat hulu menjadi faktor utama stabilitas pasokan,” ujarnya, Selasa 3 Maret 2026.
Menurut Roni, pihaknya telah melakukan persiapan sebelumnya untuk menghadapi lonjakan permintaan saat Ramadan. “Biasanya permintaan minyak goreng meningkat antara 10 sampai 15 persen selama Ramadan hingga Idulfitri,” ucapnya.
Roni menambahkan Kementan juga melakukan koordinasi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Satgas Pangan Polri. Tujuannya untuk mencegah hambatan distribusi sekaligus memastikan distribusi berjalan lancar.
Baca juga: Program Mandatori B50 Hemat Devisa Negara Rp170 Triliun
Menurut Roni, sektor hulu sawit menjadi fondasi stabilitas minyak goreng nasional dan mendukung program biodiesel. “Monitoring di lapangan menunjukkan produksi CPO nasional tetap positif karena pemerintah menjaga keseimbangan pasokan pangan dan energi,” ujarnya..
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan stabilitas minyak goreng menjadi prioritas. “Kami memastikan produksi CPO nasional aman untuk kebutuhan dalam negeri,” katanya.
Baca juga: Kemenperin Bidik Porsi Ekspor Manufaktur Naik Jadi 30 Persen
Mengenai progam biodiesel, Mentan menegaskan tetap berjalan terukur tanpa mengganggu pasokan minyak goreng. Menurut dia, penguatan sektor hulu dilakukan melalui Program Peremajaan Sawit Rakyat yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kebun rakyat.
Pemantauan distribusi bahan baku juga diperkuat melalui sistem digital yang melacak alur tandan buah segar hingga pabrik kelapa sawit. Saat ini pemantauan difokuskan pada sentra produksi utama seperti Riau, Kalimantan Tengah, dan Sumatra Utara.
Editor : Rizky