JATIMPEDIA, Jakarta - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencatat realisasi ppenyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2025. Yang kini mencapai Rp270 triliun atau 94,4 persen dari target hingga 31 Desember 2025.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, mengatakan capaian tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan. Yakni bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di seluruh Indonesia.
Baca juga: Ajak Ratusan UMKM Lokal, Pemkab Tulungagung Gelar Pasar Jadul
“Alhamdulillah, hingga akhir 2025 realisasi penyaluran KUR telah mencapai Rp270 triliun dengan jumlah debitur 4.589.839 pelaku usaha. Ini bukti bahwa KUR tetap menjadi instrumen utama pembiayaan UMKM,” ujar Maman, di Smesco Startup Hub, di Jakarta, Jumat, 27 Februari 2026.
Dari total penyaluran tersebut, sebesar Rp163,9 triliun atau 60,7 persen disalurkan ke sektor produksi. Menurut Maman, capaian ini menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya penyaluran KUR sektor produksi melampaui target 60 persen.
“Penyaluran ke sektor produksi mencapai 60,7 persen. Ini pertama kalinya kita berhasil menembus target 60 persen, artinya transformasi pembiayaan ke sektor yang lebih produktif berjalan sesuai arah kebijakan,” ujarnya.
Baca juga: Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 21,41 Triliun Hingga Juni 2026
Ia menambahkan, pada 2025 tercatat 2.758.387 debitur baru serta 1.544.394 debitur graduasi atau naik kelas. Penyaluran KUR tahun ini juga diperkirakan berkontribusi pada potensi penciptaan 9 hingga 13,5 juta lapangan kerja.
Meski demikian, Maman mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam penyaluran KUR. Di antaranya aduan masyarakat terkait permintaan agunan tambahan untuk kredit hingga Rp100 juta.
Baca juga: Salurkan KUR Rp 27 Triliun, Jawa Timur Jadi Yang Tertinggi Nasional
Kemudian, belum terpenuhinya persyaratan administrasi usaha oleh sebagian pelaku UMKM. Serta rendahnya partisipasi pemerintah daerah dalam pengusulan data UMKM potensial penerima KUR melalui Sistem Informasi Kredit Program (SIKP).
“Kami akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan tata kelola. Ini agar penyaluran KUR semakin tepat sasaran, inklusif, dan mampu mendorong UMKM naik kelas,” katanya.
Editor : Rizky