Penuhi Target Tahun Ini, SGN MKSO Tebu Kebun Dhoho Maksimalkan Produksi

Reporter : Eka Sapto
Kegiatan evalusi untuk budi daya tebu di wilayah PT Sinergi Gula Nasional Manajemen Kerja Sama Operasional (SGN MKSO) Tebu Kebun Dhoho di Kediri, Jawa Timur.

JATIMPEDIA, Kediri - PT Sinergi Gula Nasional Manajemen Kerja Sama Operasional (SGN MKSO) Tebu Kebun Dhoho di Kediri, Jawa Timur, mendukung secara penuh untuk memaksimalkan produksi tebu di 2026 demi mencapai swasembada gula yang ditetapkan pemerintah.

General Manager PT SGN MKSO Kebun Dhoho Juniyanto di Kediri, Kamis, mengatakan dalam pengelolaannya, MKSO Kebun DHoho mengelola seluas 5.805,59 hektare lahan yang ditanami tebu.

Baca juga: SGN Pacu Kinerja Pabrik Gula Hingga Tembus Rendemen 8 Persen Melalui Revolusi 888

"Lahan kami terdiri dari dua rayon yaitu Rayon Dhoho I seluas 2.055 hektare yang berada di Kecamatan Plosoklaten dan Rayon Dhoho II seluas 1.2955 hektare yang berada yang mencakup beberapa kabupaten di Jawa Timur Kabupaten Kediri, Kabupaten Tulungagung, dan Kabupaten Blitar," katanya.

Ia menambahkan, perusahaan selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik dalam usaha mendukung program swasembada gula pemerintah.

Pada musim tanam 2024-2025, Kebun Dhoho dengan luas areal tebu giling mencapai 3.357 hektare dapat memproduksi tebu hingga 311.151 ton. Untuk produksi gula bisa mencapai 26.591 ton.

Sedangkan untuk musim giling 2026, Juniyanto belum banyak memberikan bocoran data.

Namun, ia mengatakan perseroannya memiliki komitmen untuk memberikan nilai tambah (value creation) bagi seluruh pemangku kebijakan, yaitu dengan menghasilkan produk bahan baku tebu berkualitas untuk mendukung kecukupan produksi pabrik gula.

Baca juga: SGN Pacu Transformasi Industri Gula Lewat RUPS Tiga Anak Perusahaan

MKSO Tebu Kebun Dhoho, katanya, merupakan unit usaha dalam bentuk kerjasama operasional antara PT Sinergi Gula Nusantara dan PTPN I yang Berada di Jl Melati Plosokidul, Desa Jengkol, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri.

Pabrik di lokasi itu juga didukung dengan laboratorium Pusat Penelitian (Puslit) Tebu Jengkol yang melakukan penelitian khusus tentang tebu.

"Kami pastikan program berjalan dengan baik dan kami siap untuk sukseskan swasembada gula nasional," ujar dia.

Dari jajaran petinggi PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) yang dihadiri langsung oleh Direktut Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Mahmudi juga sudah melakukan kunjungan secara langsung ke kebun tebu, katanya menambahkan.

Baca juga: SPBUN SGN Apresiasi DPR RI atas Fasilitasi Penyelesaian Dinamika Hubungan Industrial

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau secara langsung persiapan musim giling 2026 sehingga bisa berjalan lancar.

Direktur Utama PT SGN juga memberikan apresiasi ke MKSO Tebu Kebun Dhoho, sebab tempat itu dikelola dengan penerapan operational excellence yang ditopang mekanisasi, digitalisasi proses, serta penguatan kultur teknis, seluruh potensi lahan dioptimalkan untuk mencapai produktivitas terbaik.

Ia mengatakan bahwa target produksi gula nasional untuk mencapai swasembada gula adalah 3,36 juta ton pada tahun 2028, dengan target produktivitas tebu minimal 80 ton per hektare dan rendemen sebesar 8 persen.

Editor : Rofiq

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru