JATIMPEDIA, Jakarta – PT Honda Prospect Motor (HPM) resmi menghentikan produksi Honda CR-V bermesin bensin di Indonesia. Kebijakan ini menjadi bagian dari penyesuaian strategi produk seiring meningkatnya minat konsumen terhadap kendaraan berteknologi elektrifikasi.
Sales & Marketing and After Sales Director PT HPM, Yusak Billy, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan tren permintaan pasar dalam beberapa waktu terakhir. Data internal perusahaan menunjukkan sebagian besar pembeli CR-V kini lebih memilih varian hybrid dibandingkan model konvensional.
Baca juga: Ekspor Indonesia Tumbuh Positif, Sektor Otomotif Ikut Dorong Kinerja Februari 2026
“Sekitar 80 persen konsumen CR-V memilih varian hybrid. Karena itu, kami melakukan penyesuaian lini produk agar sesuai dengan kebutuhan pasar,” ujar Billy.
Dominasi varian hybrid dinilai telah mengubah komposisi penjualan CR-V secara signifikan. Honda menilai fokus pada teknologi yang lebih efisien dan ramah lingkungan menjadi langkah strategis untuk menjaga daya saing produk di segmen SUV menengah.
Berdasarkan data penjualan yang diolah dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), tren peralihan ke CR-V hybrid terlihat jelas dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023, penjualan CR-V bensin hanya mencapai 121 unit, sementara versi hybrid menembus 1.527 unit.
Baca juga: Honda Fokus Perkuat Loyalitas Pelanggan di Tengah Tantangan Pasar Otomotif 2026
Pada 2024, penjualan model bensin sempat meningkat menjadi 990 unit, namun hybrid tetap unggul dengan capaian 2.373 unit.
Memasuki 2025, penjualan CR-V bensin tercatat 330 unit, sedangkan varian hybrid mencapai 150 unit.
Baca juga: Honda Perkenalkan New CR-V e:HEV di IIMS 2026, Perluas Pilihan SUV Hybrid Premium
Dengan komposisi tersebut, Honda kini memusatkan strategi CR-V di Indonesia pada model hybrid yang menggabungkan efisiensi bahan bakar dengan performa optimal. Langkah ini sekaligus sejalan dengan arah transformasi elektrifikasi Honda, baik di tingkat global maupun domestik.
Editor : Taufiq