KAI Lakukan Inspeksi KAIS Jalur Utara, Siapkan Angkutan Lebaran 2026

Reporter : Ferdian
PT Kereta Api Indonesia (KAI) menggelar inspeksi lapangan menggunakan Kereta Api Inspeksi di jalur utara Pulau Jawa.

JATIMPEDIA, Jakarta  - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menggelar inspeksi lapangan menggunakan Kereta Api Inspeksi di jalur utara Pulau Jawa.

Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 10 Februari 2026 untuk memeriksa kesiapan sarana menjelang masa Angkutan Lebaran.

Baca juga: KAI Logistik Layani Lebih dari 90 Ribu Hewan Peliharaan di Semester I

Pemeriksaan ini merupakan hari pertama dari rangkaian inspeksi selama tiga hari bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA). Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) turut hadir dalam persiapan Angkutan Lebaran 2026.

Inspeksi jalur utara hari pertama menyisir lintas Gambir hingga Semarang Tawang dengan mengecek prasarana serta kesiapan operasi. Kegiatan tersebut mencakup pembinaan jajaran petugas Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, Daop 3 Cirebon, dan Daop 4 Semarang.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyebut inspeksi Kereta Api Inspeksi (KAIS) adalah langkah pengendalian risiko. Upaya preventif ini memastikan seluruh aspek pelayanan dan keselamatan siap menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat secara nasional.

"Angkutan Lebaran memiliki kompleksitas operasi yang tinggi. Melalui KAIS, KAI memastikan kesiapan lintas, sarana, SDM, serta pengamanan dilakukan secara menyeluruh berbasis kondisi lapangan," ujar Anne dalam keterangannya di Jakarta.

Pihaknya memfokuskan kegiatan pada pembinaan jajaran pegawai Stasiun Gambir, Stasiun Cirebon, serta Kantor Daop 4 Semarang. Jajaran pimpinan meninjau langsung kondisi jalur melalui perjalanan kereta inspeksi serta rapat pembahasan laporan kesiapan angkutan.

Baca juga: KA Sangkuriang Perkuat Konektivitas Dengan Kota Strategis

Direktur Pengelola Sarana dan Prasarana KAI Heru Kuswanto dan Direktur Prasarana DJKA Catur Wicaksono mengikuti kegiatan tersebut. Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta Ferdian Suryo Adhi Pramono turut hadir dalam kegiatan inspeksi tersebut.

KAI menetapkan masa Angkutan Lebaran 2026 berlangsung selama 22 hari mulai 11 Maret hingga 1 April 2026. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 18 Maret 2026 bertepatan dengan momen cuti bersama Hari Raya Nyepi.

Perusahaan mencatat sebanyak 848.188 tiket kereta reguler telah terjual hingga 10 Februari 2026 pukul 07.00 WIB. Angka penjualan tiket tersebut mencerminkan minat masyarakat yang bergerak positif seiring penerapan skema penjualan secara bertahap.

Baca juga: Januari-Juli 2026, KAI Angkut 3,44 Juta Ton Petikemas Tumbuh 20,28 Persen

Petugas memperkuat keselamatan dengan menetapkan 179 lokasi Daerah Pemantauan Khusus (DAPSUS) dan memetakan 217 titik rawan gangguan. Pengamanan angkutan melibatkan 8.900 personel internal dan 1.000 personel eksternal dari unsur TNI maupun kepolisian.

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan KAI Wisnu Pramudya menekankan pentingnya penyamaan persepsi dan soliditas seluruh pemangku kepentingan. Inspeksi ini bertujuan untuk menjaga keandalan perjalanan serta kenyamanan para pelanggan kereta api selama masa lebaran.

"Melalui KAIS, KAI tidak hanya memastikan kesiapan teknis, tetapi juga menyatukan persepsi dan soliditas seluruh Insan KAI dan stakeholder. Fokus kami adalah menjaga keselamatan, keandalan perjalanan, dan kenyamanan pelanggan selama Angkutan Lebaran," kata Wisnu.

Editor : Rizky

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru