PT Pos Indonesia Penuhi Kriteria Sebagai Induk Holding Logistik Nasional

Reporter : Ferdian
PT Pos Indonesia (Persero) disebut layak menjadi induk holding logistik nasional

JATIMPEDIA, Jakarta - PT Pos Indonesia (Persero) disebut layak menjadi induk holding logistik nasional. Kelayakan ini ditopang oleh kepemilikan aset aset jaringan distribusi terluas di Indonesia.

Momentum transformasi yang menunjukkan kesiapan perusahaan untuk memimpin konsolidasi. Serta, memiliki brand equity dan kepercayaan publik yang telah terbangun selama puluhan tahun.

Baca juga: Pelindo Multi Terminal Catat Kinerja Positif pada Semester I 2026

Hal itu disampaikan oleh Pengamat Ekonomi Makro Piter Abdullah yang menilai keputusan Danantara menempatkan PT Pos Indonesia sebagai induk holding logistik nasional merupakan langkah strategis yang rasional dan tepat waktu.

“Langkah Danantara membentuk Holding Logistik Nasional dengan PT Pos Indonesia sebagai induk adalah keputusan yang sangat strategis dan tepat waktu," kata Piter dalam keterangan persnya, Selasa (3/2/2026).


Menurut Piter, selama ini Badan Usaha Milik Negara (BUMN) logistik beroperasi secara terpisah dan kurang terkoordinasi. Bahkan dalam beberapa kasus saling berkompetisi di segmen pasar yang sama.

“BUMN logistik kita berjalan sendiri-sendiri, overlap dalam coverage, bahkan berkompetisi satu sama lain. Ini jelas tidak efisien. Konsolidasi adalah keniscayaan jika kita ingin punya national champion yang bisa bersaing dengan pemain global seperti DHL," jelasnya.

Piter memaparkan tiga alasan mengapa pemilihan PT Pos Indonesia sebagai induk holding dinilai rasional dari perspektif manajemen strategis.

Pertama, PT Pos memiliki aset jaringan distribusi terluas di Indonesia. "PT Pos punya aset jaringan terluas, 4.800 lebih titik layanan yang tidak dimiliki BUMN logistik lainnya. Ini infrastruktur yang tidak bisa dibangun dalam waktu singkat," katanya.

Baca juga: Pembukaan Rute dan Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas Nasional

Kedua, momentum transformasi yang telah dijalankan PT Pos dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kesiapan perusahaan untuk memimpin konsolidasi.

“Transformasi yang dilakukan PT Pos dalam tiga tahun terakhir menunjukkan readiness mereka. Lihat saja launching kargo internasional mereka bulan ini. Itu bukan langkah inkremental, tapi leap yang signifikan,” jelas Piter.

Ketiga, PT Pos memiliki brand equity dan kepercayaan publik yang telah terbangun selama puluhan tahun. Menurut Piter, aset intangible ini penting dalam membangun kepercayaan stakeholder terhadap holding yang baru terbentuk.

Dari perspektif ekonomi makro, Piter melihat potensi besar konsolidasi ini terhadap pertumbuhan ekonomi digital dan inklusivitas ekonomi nasional.

Baca juga: TPS Catat Pertumbuhan Arus Peti Kemas 5,06 Persen pada Juni 2026

“Dari perspektif ekonomi makro, konsolidasi ini punya multiplier effect yang besar. Logistik adalah backbone ekonomi digital," tegasnya.

Piter mencontohkan, ketika pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah terpencil seperti Papua atau Maluku dapat mengirim produk mereka ke Jakarta atau bahkan untuk ekspor dengan mudah dan terjangkau, hal itu akan menjadi game changer bagi inklusivitas ekonomi.

“Ketika UMKM di Papua atau Maluku bisa mengirim produknya ke Jakarta atau bahkan ekspor dengan mudah dan terjangkau, itu game changer untuk inklusivitas ekonomi. PT Pos dengan jaringannya yang masuk hingga ke kecamatan-kecamatan terpencil, plus kapabilitas kargo internasional yang baru diluncurkan, bisa jadi enabler bagi jutaan UMKM yang selama ini kesulitan akses logistik," ucap Piter.

Editor : Rizky

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru