JATIMPEDIA, Surabaya - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat Neraca Perdagangan Jawa Timur selama Januari-Desember 2025 mengalami surplus 808,25 juta dolar AS lantaran nilai ekspor lebih tinggi dibandingkan nilai impor.
“Nilai ekspor Jatim pada 2025 naik 16,61 persen sedangkan nilai impor turun 2,75 persen,” kata Statistisi Ahli Madya BPS Jatim Ike Rahayu Sri di Surabaya, Senin.
Baca juga: BI Surabaya Bersama TNI AL Lepas Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat Mandiri Jatim
Ike menyebutkan nilai ekspor Jatim pada sepanjang 2025 mencapai 30,4 miliar dolar AS sedangkan nilai impor mencapai 29,59 miliar dolar AS.
Nilai ekspor Jatim pada 2025 mengalami peningkatan sebesar 16,61 persen dibandingkan periode sama 2024 yaitu dari 26,07 miliar dolar AS menjadi 30,40 miliar dolar AS.
Baca juga: Semester I MSJA Catat Kenaikan Penjualan 13 Persen
Sedangkan nilai impor Jawa Timur periode Januari- Desember 2025 turun 2,75 persen dibandingkan periode sama 2024 yaitu dari 30,43 miliar dolar AS menjadi 29,59 miliar dolar AS.
Secara rinci, surplus Neraca Perdagangan Jawa Timur Januari-Desember 2025 disebabkan oleh kinerja perdagangan sektor nonmigas yang cukup baik mengalami surplus.
Baca juga: MPM Honda Jatim Bersama YBSI Berikan Pemeriksaan dan Pengobatan Gratis bagi 100 Veteran LVRI
Surplus perdagangan pada sektor nonmigas mencapai 5,00 miliar dolar AS sedangkan sektor migas masih defisit sebesar 4,20 miliar dolar AS dengan nilai impor sebesar 4,83 miliar dolar AS lebih tinggi dibandingkan nilai ekspornya sebesar 0,63 miliar dolar AS.
Secara umum, menurut Ike, kinerja sektor migas perlu diperbaiki agar Neraca Perdagangan Jawa Timur dapat bertahan surplus.
Editor : Rizky