JATIMPEDIA, Bojonegoro -Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mematangkan rencana penataan ulang kawasan strategis di pusat kota. Tiga titik utama yang menjadi prioritas yakni Alun-alun Bojonegoro, Pasar Kota, dan Taman Rajekwesi, yang diproyeksikan sebagai wajah baru kota: modern, tertib, sekaligus ramah masyarakat.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dalam rapat koordinasi di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro. Penataan ini dinilai mendesak untuk menjawab keterbatasan ruang publik di tengah meningkatnya aktivitas warga.
Baca juga: Warga Bondol Dapat Guyuran 8.000 Liter Air Bersih dari Polres Bojonegoro
Setyo menilai kondisi alun-alun saat ini sudah tidak ideal. Kepadatan aktivitas dan tata ruang yang belum tertata membuat fungsi sosial serta rekreasi keluarga belum berjalan optimal.
“Alun-alun Bojonegoro saat ini sudah sangat padat dan kurang teratur. Ruang untuk aktivitas sosial dan rekreasi keluarga masih minim. Karena itu, kami ingin menghadirkan ruang terbuka hijau yang multifungsi, ramah keluarga, sekaligus bisa dikembangkan sebagai destinasi wisata olahraga,” tegas Setyo.
Baca juga: BPH Migas Sosialisasikan Pemanfaatan Jargas Untuk Pelabggan Rumah Tangga di Bojonegoro
Menurutnya, penataan kawasan kota tidak boleh sekadar mengejar keindahan visual. Perencanaan harus mampu mengakomodasi potensi ekonomi lokal tanpa mengorbankan kenyamanan publik. Ia menekankan pentingnya penyusunan skala prioritas, mengingat keterbatasan lahan.
“Kita harus realistis. Lahan terbatas, sementara kebutuhan masyarakat beragam. Penataan dilakukan bertahap dengan prioritas pada ruang yang bisa menampung kegiatan sosial masyarakat serta menyediakan tempat yang tertib bagi UMKM dan PKL,” lanjutnya.
Baca juga: EMCL dan PIB Bojonegoro Dorong UMKM Lamongan Naik Kelas
Sementara itu, Sekretaris Daerah Bojonegoro Edi Susanto menyebut rapat koordinasi ini sebagai langkah awal membentuk wajah Kota Bojonegoro yang lebih inklusif. Ia mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memberi masukan kritis terhadap konsep yang disusun tim konsultan.
“Target besar kita menghadirkan Kota Bojonegoro yang inklusif dan modern, namun tetap memiliki identitas lokal yang kuat. Karena itu, kami berharap ada catatan dari seluruh OPD agar rencana ini benar-benar matang sebelum dilaksanakan,” pungkas Edi.
Editor : Rofiq