JATIMPEDIA, Malang - Kampoeng Heritage Kajoetangan berhasil meraih Juara 1 Pokdarwis Nasional 2025 dalam ajang Wonderful Indonesia Award (WIA) yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia di Jakarta pada Jumat (5/12/2025).
Kawasan heritage yang berada di pusat Kota Malang ini berhasil mengungguli berbagai nominasi dari seluruh Indonesia. Meski tanpa potensi wisata alam sebagaimana daerah lain di Jawa Timur, Kampoeng Heritage Kajoetangan mampu membuktikan bahwa pengelolaan wisata budaya berbasis masyarakat dapat menjadi kekuatan besar dalam industri pariwisata.
Baca juga: Disparbud Malang Beri Dua Desa Wisata Perkuat Pengelolaan Pariwisata
Sebelumnya, Kampoeng Heritage Kajoetangan juga pernah meraih penghargaan nasional. Pada ADWI 2023, kawasan ini menempati juara 5 kategori digital dan konten kreatif, yang berdampak signifikan terhadap meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan.
Ketua Pokdarwis Kampoeng Heritage Kajoetangan, Mila Kurniawati, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pencapaian tersebut. “Alhamdulillah, setelah proses panjang penuh dinamika dan kerja keras, kami akhirnya meraih Juara 1 Nasional Wonderful Indonesia Awards 2025,” ujarnya.
Mila menekankan bahwa kemenangan ini adalah buah kolaborasi seluruh warga Kayutangan. “Ini bukti bahwa kerja kecil yang dilakukan dengan konsisten dan hati yang tulus dapat menghasilkan perubahan besar. Kekuatan utama KJT ada pada kebersamaan dan partisipasi warga,” katanya.
Baca juga: Gempa di Jatim Cukup Intens, BMKG Ungkap Penyebabnya
Ia juga berterima kasih kepada warga, komunitas, mitra, pemerintah kota, serta Forkom Pokdarwis atas dukungan yang diberikan. Mila menerima penghargaan didampingi Samad Widodo, Kabid Destinasi Pariwisata Disbudpar Jawa Timur.
Ketua Pokdarwis Kota Malang, Ki Demang (Isa Wahyudi), turut memberikan apresiasi. Menurutnya, Pokdarwis Kajoetangan menunjukkan kualitas organisasi yang solid meskipun telah mengalami dua kali pergantian kepengurusan. “Kuncinya K3: Komitmen, Kompak, dan Konsisten. Itulah yang membuat KJT mampu kembali meraih prestasi nasional,” tegasnya.
Baca juga: PLN Jatim Perluas Pemanfaatan SPKLU Untuk Mahasiswa UMM
Dalam ajang WIA 2025, penilaian Pokdarwis terbaik didasarkan pada penerapan Sapta Pesona, kelengkapan legalitas kelembagaan, tata kelola organisasi, serta dokumen pendukung seperti program kerja, SOP, dan dokumentasi kegiatan.
Penghargaan ini menjadi energi baru bagi Pokdarwis Kajoetangan untuk terus memperkuat pengelolaan wisata, pemberdayaan masyarakat, serta pelestarian lingkungan demi keberlanjutan warisan budaya.
Editor : Rofiq