JATIMPEDIA, Semarang -Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI, Robben Rico, menegaskan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata inklusi pendidikan bagi masyarakat yang selama ini tidak tersentuh layanan pendidikan formal.
Pesan tersebut ia sampaikan saat mendampingi kunjungan Pemerintah Kabupaten Gresik ke Sekolah Rakyat Terintegrasi Kota Semarang, Minggu (30/11).
Baca juga: Bangun Sekolah Rakyat, Pemkab Pamekasan Berencana Beli Tanah Warga
Robben menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan hanya menawarkan jalur pendidikan alternatif, tetapi juga membuka ruang pemulihan sosial bagi warga. Menurutnya, banyak peserta yang sebelumnya kehilangan kepercayaan diri dan merasa tidak memiliki arah hidup, kini mulai berani bermimpi.
“Program ini memberi kesempatan kepada mereka yang dulu tidak pernah membayangkan bisa menjadi guru, direktur, atau profesional. Sekolah Rakyat membuat harapan itu hidup kembali,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa program ini merupakan bentuk keberpihakan negara terhadap kelompok kecil yang kerap terpinggirkan dari sistem pendidikan.
Pelaksanaannya, kata Robben, berhasil karena melibatkan kolaborasi lintas sektor—mulai dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga komunitas pendidikan.
“Kita dorong agar sekolah ini mendapatkan pengakuan resmi. Yang dibangun bukan hanya kelas belajar, tapi ruang pemulihan, ruang pengakuan identitas, dan ruang untuk memulihkan martabat,” tambahnya.
Robben juga mengungkapkan bahwa transformasi yang terjadi pada peserta Sekolah Rakyat sangat terlihat. Banyak dari mereka yang awalnya merasa minder, perlahan menunjukkan kemajuan.
Ia menyebut bahwa pendekatan Sekolah Rakyat tidak sekadar memberi solusi kuratif, tetapi menumbuhkan keberdayaan dari bawah agar warga mampu menentukan pilihan hidup yang lebih baik.
Menutup pesannya, Robben mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus mendukung gerakan pendidikan inklusif ini.
“Tugas kita adalah memuliakan mereka yang selama ini terpinggirkan. Sekolah Rakyat bukan hanya program, tetapi jembatan harapan bagi masa depan,” katanya.
Baca juga: Pemkab Ponorogo Tetapkan 76 Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi
Di tempat yang sama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Gresik. Menurut bupati,
Sekolah Rakyat akan dibangun di Desa Racitengah, Kecamatan Sidayu, Gresik pada Desember 2025. Fasilitas pendidikan ini akan dilengkapi sara terpadu mulai dari tempat belajar, olahraga hingga ruang terbuka hijau.
SR Gresik bakal dilengkapi sederet fasilitas pendidikan modern. Berdiri di atas lahan lebih dari 5 hektare dengan total luas bangunan 62.577 meter persegi.
Di dalamnya terdapat 26 jenis bangunan, termasuk 36 ruang kelas, laboratorium, klinik. Termasuk gedung olahraga lengkap dengan lapangan badminton, basket, mini soccer, dan jogging track.
Sementara Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminudin menyebutkan, Sekolah Rakyat merupakan program Presiden untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Baca juga: Program Sekolah Rakyat, SIG Pasok Material Konstruksi Ramah Lingkungan di Empat Provinsi
"Sekolah rakyat ini ditujukan untuk memuliakan saudara-saudara kita yang miskin, sekaligus memberikan harapan agar mereka bisa mewujudkan cita-citanya," katanya, saat meresmikan SRT 45 Semarang.
Tercatat ada 100 siswa di SRT 45 Semarang, terdiri atas 50 siswa sekolah dasar (SD) dan 50 siswa sekolah menengah atas (SMA) dengan sistem asrama.
Fasilitas yang disediakan, mencakup ruang kelas, asrama, laboratorium IPA, hingga perlengkapan sekolah, dan setiap siswa juga akan dibekali seragam lengkap dan laptop untuk mendukung pembelajaran.
Editor : Arif