JATIMPEDIA, Surabaya - Bank Tabungan Negara (BTN) kembali menggelar pameran perumahan secara langsung melalui "BTN Properti Expo' yang diselenggarakan di Atrium Royal Plaza Surabaya pada 19-23 November 2025.
Kepala Kantor BTN Wilayah Jatim Bali Nusra, Carly Tambunan, menyampaikan bahwa acara ini melibatkan 27 developer serta tiga tenant non-properti, termasuk penyedia CCTV, Informa, dan sejumlah pendukung kebutuhan rumah tinggal. Setelah vakum sejak pandemi, pameran ini menjadi ajang pertama BTN untuk kembali bertemu langsung dengan konsumen.
Baca juga: Lima Hari Digelar, Surabaya Great Expo Bukukan Transaksi Rp7,75 Miliar
"Pada pameran kali ini, kami menargetkan closing transaksi senilai Rp200 miliar selama lima hari pelaksanaan,' kata Carly usai membuka pameran "BTN Properti Expo" di Royal Plaza Surabaya, Rabu (19/11/025).
Ia mengungkapkan, target ini dipasang sebagai upaya mendorong minat beli masyarakat di akhir tahun, yang secara historis cenderung meningkat pada periode November-Desember. BTN melihat momentum ini sebagai peluang strategis untuk memperkuat pemasaran rumah subsidi maupun nonsubsidi.
Lebih lanjut Carly menjelaskan, dibandingkan tahun sebelumnya, minat pembelian rumah di tahun ink mengalami penurunan signifikan. Sejumlah developer melaporkan bahwa konsumen yang berminat membeli rumah berkurang sekitar 30-40 persen. "Melalui pameran tatap muka ini, BTN berharap kontraksi pasar dapat ditekan hingga sekitar 22 persen, sekaligus memulihkan semangat beli konsumen melalui interaksi langsung," ujarnya.
Baca juga: Pemkot Surabaya Berlakukan Tarif Surabaya Bus dan WiraWiri Rp81
Carly juga mengungkapkan bahwa tahun ini BTN membidik penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebesar Rp2 triliun di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara. Secara komposisi, penyaluran didominasi KPR nonsubsidi sebesar 60 persen, sementara KPR subsidi berada di angka 40 persen. Pergeseran ini terjadi karena daerah-daerah ring satu seperti Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan Mojokerto kini lebih banyak digerakkan oleh segmen nonsubsidi.
Ia menambahkan, dalam lima tahun terakhir terjadi perubahan konsumsi secara signifikan. Jika sebelumnya KPR subsidi masih mendominasi pasar di wilayah Jatim-Bali-Nusra, kini permintaan nonsubsidi tumbuh lebih kuat. Kondisi tersebut sejalan dengan karakteristik pasokan dan permintaan yang mulai menyerupai pasar perumahan di Jakarta.
Untuk memenangkan persaingan yang semakin ketat, BTN menghadirkan berbagai insentif menarik. Bank menawarkan skema bunga kompetitif mulai 2,65 persen, termasuk diskon biaya administrasi. "Bahkan untuk wilayah tertentu, suku bunga dapat menyentuh 1,65 persen, sementara rumah nonsubsidi di atas Rp200 juta mendapatkan bunga yang tetap bersaing dan bisa mencapai 1,65 persen," kata Carly.
Baca juga: BI Surabaya Bersama TNI AL Lepas Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat Mandiri Jatim
KPR tetap menjadi tulang punggung bisnis BTN. Carly menegaskan bahwa 90 persen kontribusi kredit BTN berasal dari pembiayaan KPR dan kredit konstruksi. Porsi besar ini menunjukkan kuatnya fokus BTN sebagai bank spesialis perumahan yang berkomitmen menjaga ketersediaan akses pembiayaan bagi masyarakat.
Dari sisi pangsa pasar, BTN masih menjadi bank nomor satu dalam penyaluran KPR baik subsidi maupun nonsubsidi secara nasional, dengan penguasaan pasar lebih dari 40 persen. Kondisi serupa juga terjadi di Jawa Timur, di mana BTN mempertahankan dominasinya sebagai pemimpin penyaluran kredit perumahan.
Editor : Eka Sapto