JATIMPEDIA, Malang - Bank Indonesia (BI) Malang menilai hilirisasi kopi rakyat memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Permintaan kopi yang terus meningkat, disertai harga yang kompetitif, menjadi peluang emas bagi petani dan pelaku usaha kopi di Malang Raya.
Kepala Perwakilan wilayah Bank Indonesia (KPw BI) Malang, Febrina, disela acara Arycofest 2025 menyebut harga kopi per kilogram saat ini naik hampir dua kali lipat dibanding tahun 2024.
Baca juga: Cadangan Devisa Indonesia Kembali Menyusut Jadi 145,3 Miliar Dolar AS
“Kenaikan harga ini juga dipengaruhi kondisi global, terutama di Brasil dan Vietnam sebagai produsen utama. Harga kopi kita kini sangat bersaing,” jelasnya di gedung auditorium UB.
Baca juga: BI Surabaya Bersama TNI AL Lepas Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat Mandiri Jatim
Ia menilai, peningkatan harga dan permintaan menjadi sinyal positif bagi ekonomi daerah, sebab sektor kopi berkontribusi langsung pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). “Ketika nilai tambah meningkat, ekspor juga naik. Itu otomatis berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.
Baca juga: BI Sebut Transaksi QRIS di Semester I-2026 Capai 12,55 Miliar
Febrina menambahkan, sinergi antara sektor hulu dan hilir harus dijaga agar keberlanjutan pasokan dan daya saing kopi tetap terjaga. “Kalau dua sisi ini bisa berjalan beriringan, ekonomi Malang akan semakin kuat,” ujarnya.
Editor : Rizky