JATIMPEDIA, Sumenep - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Madura, bersama pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat resmi mengesahkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna di gedung DPRD setempat kemarin.
Ketua DPRD Sumenep, H. Zainal Arifin, dalam laporannya menyampaikan bahwa total pendapatan daerah tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp2,095 triliun, naik sekitar Rp62,4 miliar dari rencana awal.
Baca juga: MYZE Hotel Sumenep Siapkan Promo Kemerdekaan
"Peningkatan tersebut terutama berasal dari penyesuaian Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp100,07 miliar, meskipun Dana Bagi Hasil mengalami penurunan Rp37,66 miliar," kata Zainal saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon oleh Klikjatim, Rabu (22/10).
Sementara itu, belanja daerah disepakati sebesar Rp2,280 triliun, naik Rp62,4 miliar dari rencana sebelumnya. Penambahan anggaran ini dialokasikan untuk penggajian tenaga P3K, penyesuaian Alokasi Dana Desa (ADD), serta peningkatan program Universal Health Coverage (UHC) agar cakupan layanan kesehatan mencapai 95 persen.
Sementara itu, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyampaikan apresiasi kepada DPRD atas penyelesaian pembahasan APBD 2026 yang berlangsung tertib dan lancar.
Ia menegaskan, bahwa arah kebijakan fiskal tahun depan difokuskan pada penguatan pendapatan asli daerah (PAD) dan efisiensi belanja publik.
Baca juga: PLN Bergerak ke Pulau Gili Iyang, Pastikan Tak Ada Gangguan Listrik Saat HUT RI
“Masukan dari DPRD menjadi bahan berharga dalam penyempurnaan APBD, baik dari sisi penyusunan, pelaksanaan, maupun pengawasannya,” ujar Bupati Fauzi.
Badan Anggaran DPRD juga memberi catatan khusus agar pemerintah daerah lebih kreatif dalam menggali potensi pendapatan, terutama melalui even-even wisata berskala nasional dan internasional.
“Kegiatan yang dilaksanakan harus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat dan meningkatkan penerimaan daerah,” tutur Zainal.
Baca juga: Pemkab Sumenep Siapkan Insinerator, Residu Sampah Sapeken Tak Lagi Dibawa ke Daratan
Dari hasil pembahasan, APBD 2026 mencatat defisit sebesar Rp184,2 miliar, namun ditutup dengan surplus pembiayaan netto senilai sama dari pos penerimaan pembiayaan sebesar Rp187,44 miliar dan pengeluaran Rp3,22 miliar.
DPRD berkomitmen melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan program kerja Pemkab Sumenep agar seluruh anggaran terserap tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Editor : Rofiq