Pasar Kebbun, Wisata Kuliner Bernuansa Nostalgia di Malam Purnama

Reporter : Satriyo
Pasar Kebbun di Desa Saroka, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura

JATIMPEDIA,  Sumenep  -  Pasar Kebbun di Desa Saroka, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura, menawarkan pengalaman wisata kuliner yang unik dan sarat budaya lewat gelaran “Pasar Pornama”, sebuah pasar tematik yang hanya buka setiap malam bulan purnama.


Mulai Oktober ini, pengunjung dapat menikmati atmosfer pasar tempo dulu lengkap dengan sajian khas Madura yang kian sulit ditemui.

Baca juga: MYZE Hotel Sumenep Siapkan Promo Kemerdekaan


Berlokasi di tengah pedesaan yang hijau dan tenang, Pasar Pornama menjadi ruang baru bagi masyarakat yang ingin melepas penat sambil menikmati kuliner tradisional. 


Area pasar didesain menyerupai suasana pasar rakyat zaman dulu, dengan lapak-lapak bambu beratap daun kelapa, diterangi lampu temaram, serta diiringi musik tradisional Madura. 


Nuansa tersebut menimbulkan kesan nostalgia yang kuat, seolah membawa pengunjung kembali ke masa kecil di kampung halaman.


Fajar Siddiq, pemilik Pasar Kebbun mengatakan, bahwa ide ini lahir dari keinginan untuk melestarikan tradisi dan cita rasa lokal yang hampir punah.


“Pasar Pornama bukan hanya tempat jual beli, tetapi juga wadah edukasi budaya dan nostalgia bagi generasi muda,” ujarnya, Minggu (5/10). 

Baca juga: PLN Bergerak ke Pulau Gili Iyang, Pastikan Tak Ada Gangguan Listrik Saat HUT RI


Menurutnya, kegiatan ini juga bertujuan mendorong ekonomi masyarakat sekitar, sekaligus menjadi medium pelestarian kuliner khas Sumenep.


“Kami ingin memperkenalkan kembali kepada anak muda bahwa menjaga makanan khas Sumenep itu penting, karena di sanalah identitas budaya kita hidup,” ungkap Fajar.


Daya tarik utama Pasar Pornama terletak pada ragam jajanan tradisional Madura yang jarang ditemukan di pasar modern. Ada Kocor, Gettas, Onde-onde, Rap-orap, hingga jajanan khas seperti Katemel (olahan singkong), Lanon (kue berbahan ketan), Kacenel, Geddeng Kolop (pisang rebus khas Madura), serta Pattola, makanan berkuah manis yang menggugah selera. Semua disajikan secara tradisional tanpa sentuhan modernitas, menjaga keaslian rasa dan penyajiannya.


Selain wisata kuliner, pengunjung juga dapat menikmati keindahan alam sekitar dengan menyewa perahu kecil untuk berkeliling di kawasan Pasar Kebbun. Pemandangan alam yang asri menjadikannya lokasi ideal untuk healing bersama keluarga dan teman.

Baca juga: Pemkab Sumenep Siapkan Insinerator, Residu Sampah Sapeken Tak Lagi Dibawa ke Daratan


Satu hal yang membuat Pasar Pornama semakin menarik adalah sistem transaksinya yang unik. Pengunjung tidak menggunakan uang tunai, melainkan harus menukarnya terlebih dahulu dengan koin khusus di loket masuk. Koin tersebut menjadi alat pembayaran resmi di seluruh area pasar.


Kegiatan Pasar Pornama akan digelar secara rutin setiap bulan, dimulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB, dan diiringi pertunjukan seni serta budaya lokal dari komunitas Madura. 


Dengan konsepnya yang menggabungkan kuliner, budaya, dan nostalgia, Pasar Pornama diharapkan menjadi ikon wisata malam baru di Kabupaten Sumenep. 

Editor : Rofiq

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru