JATIMPEDIA, Jakarta - Bank Dunia (World Bank) memproyeksi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) berkontribusi hingga 10% terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) Indonesia.
Untuk itu, Dyna.Ai, perusahaan AI-as-a-Service berbasis di Singapura, menegaskan komitmennya dalam mempercepat transformasi digital Indonesia.
Baca juga: Perkuat Logistik Nasional, Pelindo Operasikan Terminal 2 Petikemas
Baca juga: Wujudkan Energi Hijau, Pemerintah Dorong Perusahaan Tiongkok Bangun PLTS
AI National Roadmap Advisor, Andreas Tjendra memaparkan potensi besar AI secara global maupun nasional. Secara global, AI diperkirakan akan berkontribusi hingga US$ 15,7 triliun bagi perekonomian. Di Indonesia sendiri, World Bank memperkirakan AI dapat memberikan dampak hingga 10�ri PDB nasional.
“Meski sebelumnya kita tertinggal dalam revolusi industri terdahulu, saat ini Indonesia berada pada posisi strategis untuk memimpin Revolusi Nasional AI, berbekal populasi besar dan percepatan adopsi digital,” kata Andreas dalam keterangan rilisnya dikutip di Jakarta, Jumat (26/9/2025).
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal II Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), Saat Prihartono menekankan kesiapan perusahaan fintech lokal yang disebutnya beyond ready and beyond aligned untuk mengadopsi AI, meski masih menghadapi kendala seperti keterbatasan talenta, infrastruktur, serta keterampilan adopsi.
“AI memiliki potensi besar untuk meningkatkan produktivitas, menyederhanakan proses operasional, dan memperkuat keterlibatan pelanggan, sehingga mendorong terciptanya ekosistem keuangan yang lebih dinamis,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kepala Departemen Klaim dan Manfaat Asuransi Jiwa Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), dr. Dian Budiani menjelaskan peran transformasional AI dalam mengatasi tantangan industri.
Baca juga: GHES 2026: Tegaskan Komitmen, PLN Terus Bangun Ekosistem Hidrogen Nasional
“Peningkatan klaim kesehatan, proses bisnis yang kompleks, serta rendahnya kepercayaan konsumen merupakan tantangan utama. Agentic AI dapat menjadi solusi transformatif dengan menyederhanakan proses klaim, meningkatkan efektivitas deteksi fraud, dan menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih unggul,” imbuhnya.
Managing Director dan Head of Southeast Asia Dyna.Ai, Lawrence Lu memaparkan bagaimana solusi Agentic AI dari Dyna.Ai menghubungkan praktik terbaik global dengan kebutuhan pasar lokal. “Agentic AI mampu beradaptasi dengan konteks budaya dan realitas bisnis. Menggabungkan otomatisasi dan wawasan lokal, kami membantu organisasi untuk berkembang lebih cepat, personalisasi layanan, serta membangun kepercayaan jangka panjang dengan pelanggan,” paparnya.
Menurutnya berbagai solusi Dyna.Ai,mulai dari Agent Studio, Agent Store, TextGPT, VoiceGPT, hingga AvatarGPT, dirancang untuk memungkinkan perusahaan mengimplementasikan AI secara cepat dan efektif lintas platform dan bahasa, sehingga kuat secara teknologi sekaligus relevan dengan konteks beragam pasar Indonesia.
Ia juga menegaskan bahwa kantor Dyna.Ai di Jakarta, yang resmi dibuka pada Juli 2025, akan berperan sebagai pusat inovasi dan kolaborasi dengan pelaku bisnis serta asosiasi di Indonesia, guna mendorong inovasi, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan pengalaman digital yang bermakna.
“Inti dari transformasi digital bukan hanya pada teknologinya, melainkan pada manusia yang dilayaninya. AI memungkinkan respons yang tepat, adaptasi budaya, serta penciptaan nilai yang membangun kepercayaan dan kemitraan jangka panjang dalam ekonomi digital Indonesia yang berkembang pesat,” pungkas Lawrence Lu. (cin)
Editor : Fitri Handayani