JATIMPEDIA, Kediri - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri menggelar Ekskavasi di Situs Tondowongso. Pada agenda yang berlangsung hari ini, di Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Kepala Bidang Sejarah dan Purbakala Disparbud Kabupaten Kediri, Eko Priyatno menyatakan, tahapan ekskavasi ini sifatnya pengupasan, atau bukan penggalian dan penyelamatan.
"Ekskavasi ini bertujuan, guna membuka kembali struktur utama candi serta menyiapkan pondasi Cungkup Pelindung, supaya situs Cagar budaya ini lebih aman dan menarik untuk wisatawan," kata Kepala Bidang Sejarah dan Purbakala Disparbud Kabupaten Kediri, Eko Priyatno, Senin (25/8/2025).
Baca juga: Pemkab Kediri Buka Magang Ke Jepang, Upaya Tekan Pengangguran
Eko menambahkan, Situs Tondowongso sudah diteliti sejak tahun 2007 oleh tim dari Yogyakarta. Akan tetapi, akibat terlambat oleh berbagai kendala, seperti Pandemi Covid-19 maka pengembangannya di Situs Tondowongso, baru kembali dilakukan saat ini.
Baca juga: Bupati Kediri Mas Dhito Sebut Nilai Kerusakan Aksi Massa Capai Rp 500 Miliar
Diketahui, luas kawasan Situs Tondowongso di Kabupaten Kediri, mencapai 9.700 meter persegi, dan hingga kini masih menyimpan banyak misteri. Untuk itu, Pemkab Kediri berharap melalui pengembangan ini maka ke depan, Situs Tondowongso wisata sejarah yang menjadi magnet banyak pengunjung.
Baca juga: Tahun Ini Pemkab Kediri Lakukan Perbaikan Jalan Sepanjang 51.910 Meter di 22 Kecamatan
Lebih lanjut, dari hasil uji radiokarbon, Situs Tondowongso Kediri diyakini berasal dari Masa Mataram Kuno, atau diperkirakan jauh sebelum Kerajaan Kediri. Kini situs tersebut menjadi salah satu peninggalan bersejarah penting di Jawa Timur. (sat)
Editor : Rizky