UM Kembangkan SPKLU Massal Pertama

jatimpedia.id

JATIMPEDIA, Malang - Universitas Negeri Malang (UM) kembali menorehkan prestasi di bidang teknologi hijau. Dosen Fakultas Vokasi UM, Dr. Muchammad Harly, S.T., M.T. bersama tim berhasil mengembangkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) pertama di Indonesia yang diproduksi secara massal.

Inovasi ini tidak hanya menjawab kebutuhan infrastruktur kendaraan listrik, tetapi juga memperkuat kemandirian teknologi nasional. Proyek yang lahir pada 2022 tersebut mendapat dukungan pendanaan riset Rp 1,7 miliar dari pemerintah, serta menggandeng empat mitra industri, diantaranya PT Hanindo Automotive Jakarta dan PT Santinilestari Energi Indonesia Pasuruan.

Produk yang dikembangkan berupa battery charger berkapasitas 220 kW dengan kompatibilitas tinggi terhadap berbagai merek kendaraan listrik.

Baca juga: PLN Jatim Perluas Pemanfaatan SPKLU Untuk Mahasiswa UMM

“Saat bus listrik PT INKA dan PT Tentrem dipakai di KTT G20, SPKLU yang digunakan adalah hasil inovasi kami dari UM,” kata Dr. Harly, Sabtu (23/8/2025).

Keunggulan SPKLU UM adalah kemampuannya mengisi daya beragam kendaraan, mulai Tesla, Wuling, Hyundai Ioniq, hingga VinFast. Saat ini, produk tersebut telah digunakan oleh PLN, BYD, serta pabrikan truk listrik seperti XCMG dan Wintron, menjadikannya satu-satunya SPKLU buatan dalam negeri yang mampu bersaing dengan produk impor.

Baca juga: BMKG Malang : Ada 623 Gempa Guncang Jatim Selama Juli 2026

Tidak berhenti di situ, pada 2024 Dr. Harly dan tim mengembangkan SPKLU berbasis tenaga surya.

“Atap dan dinding SPKLU terbuat dari panel surya 120 kW. Energi disimpan di powerbank sebelum dialirkan ke charger. Ini solusi bagi daerah dengan pasokan listrik belum stabil,” jelasnya.

Baca juga: PJT I Atur Akses Kendaraan R4 ke Bendungan Lahor

Inovasi ini sejalan dengan Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang percepatan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Hak kekayaan intelektual SPKLU UM juga sudah tercatat, membuka peluang bagi skema bagi hasil antara kampus dan industri.

“UM sudah membuktikan bisa berinovasi setara bahkan lebih dari produk luar negeri. Saya berharap ini memperkuat posisi UM sebagai kampus penggerak teknologi hijau,” tutup Dr. Harly. (sat)

Editor : Rizky

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru